Bagaimana memilih permainan yang cerdas untuk anak?

Untuk ketiga kalinya kak Maya diundang oleh Metro TV Jatim. Kali ini mengangkat tema “Mainan Edukasi untuk Tumbuh Kembang Anak”. Bersama owner Win Toys Pak Winata dan dipandu Amanda Manuputy. Perbincangan berlangsung dengan seru. Berikut laporannya.
6 tahun pertama di usia anak merupakan masa-masa emas (golden age). Di masa ini seorang anak tumbuh dan berkembang dengan fantastis. Mulai dari aspek kognitif atau cara berfikir (mengenal bentuk, warna, wajah, bereaksi terhadap stimulus), dari segi motorik kasar dan motorik kasar, aspek kesadaran diri, aspek social emosional dan jua aspek bahasa. Semuanya dapat berkembang dengan pesat dan maksimal apabila lingkungannya memberikan stimulasi yang tepat.

Di saat inilah para orangtua sebaiknya memberikan pendidikan dan stimulus yang tepat. Karena kesemuanya akan sangat berpengaruh pada kehidupan anak setelahnya. Salah satu stimulus yang paling tepat adalah dengan bermain. Karena dunia anak adalah dunia bermain.
Melalui bermain seorang anak dapat melatih kecepatan gerak mata, mengenal warna dan bentuk, mengenal konsep tinggi dan rendah.  Melalui bermain seorang anak juga dapat melatih kemandirian dan kesabaran, dan banyak hal lainnya yang bisa dieksplorasi melalui bermain.  Akan tetapi permainan seperti apa siy yang tepat untuk anak? Permainan yang tidak hanya menawarkan kesenangan tetapi juga mendidik dan mampu mengoptimalkan bagi tumbuh kembang anak?
Win Toys adalah salah satu produsen mainan edukasi untuk anak yang berbahan dasar dari kayu. Sudah mulai berdiri sejak tahun 1988 untuk pasar ekspor dan mulai bermain di pasar dalam negeri sejak 2004. Jenis mainannya beragam dan warna-warni mulai dari puzzle, magic maze, building blocks, replika jam dinding yang kesemuanya disesuaikan dengan umur anak mulai dari 2 tahun keatas. Mengapa kayu? Pak Winata menerangkan bahwa kayu adalah bahan yang aman dan tahan lama.
Untuk membuat design mainan Pak Winata membentuk suatu tim riset. Beranggotakan 3 orang ahli. Yang bertugas mencari inovasi-inovasi baru yang bisa diterapkan dalam desain. Untuk membuat 1 jenis permainan kadang diperlukan waktu 3 bulan loh! Untuk mainan juga ada standar keselamatan yang mengacu pada standar internasional khusunya di Eropa. Misalkan saja knop pada puzzle tidak boleh lepas karena dikhawatirkan akan tertelan oleh anak. Kemudian ukuran puzzlenya tidak boleh kurang dari 3,5 cm karena bila diameternya terlalu kecil akan mudah masuk kedalam trachea (tenggorokan). Setiap detil dari aspek alat permainan sangat diperhatikan bagi keselamatan dan kenyamanan anak.
Kak Maya sebagai praktisi pendidikan berkali-kali menekankan peran orang tua dalam mendampingi anak terutama saat bermain. Jadi anak tidak sekedar dilepas begitu saja. Tapi diberi arahan misalkan saat anak gagal menyusun puzzle. Orang tua terus memberi semangat. “ Ayo! Nak coba lagi.. pasti bisa” Hindari kata-kata yang berdampak negative bagi anak, kemudian memarahi anak  seperti  kata-kata “ Masak gini aja ga bisa!”.
Keadaan sekarang memang memprihatinkan banyak orang tua terlalu sibuk bekerja sehingga kurang meluangkan waktu untuk mendampingi anak baik secara kuantitas maupun kualitas. Sehingga anak tidak terfilter dalam mendapatkan informasi yang tentu saja akan berperngaruh pada tumbuh kembangnya.
Orang tua harus lebih cerdas, jeli dan bersabar mulai dari proses pemilihan mainan sampai pendampingan. Ada beberapa anak yang pada awalnya reject dan lebih tertarik pada tv misalnya.
Mengapa demikian? Karena anak merasa tv lebih menarik. Maka dari itu, tugas orang tualah untuk  pandai-pandai dalam mengatasinya, mungkin sebelumnya dimulai dengan bercerita terlebih dahulu. Pengantar sebelum bermain yang membuatnya semakin tertantang. Amati kesenangan dan minat anak. Saat anak mengalami kesulitan tetap dampingi akan tetapi jangan terlalu banyak ikut campur. Kesulitan akan merangsang anak berfikir kreatif dan melatih gerak motoriknya. Anak akan belajar untuk memecahkan masalah. Orang tua cukup memberi support yang positif dan terus menyemangatinya.
Ada juga permainan rumah-rumahan lengkap dengan interiornya lho, dimana didalamnya ada semacam boneka kayu ukuran kecil, ada tempat tidur mini, dapur mini, tivi mini, semuanya tersaji dalam ukuran mini. Disitu seorang anak dapat bermain peran, melatih kognitif, emosi social, kesadaran diri, bahasa dan gerak motorik. Akan juga akan terlibat aktif. Yang perlu diperhatikan bagi para orang tua adalah jangan terburu-buru melarang anak laki-laki bermain rumah-rumahan, biasanya karena diferensiasi gender. “Jangan nak itu kan mainannya perempuan!” karena bila dilarang maka selanjutnya ia akan menjauh dari hal-hal yang berbau perempuan. Padahal kan itu juga proses sehingga ia mengerti, “ooo.. begini ya peran wanita itu”, memahami juga perasaan wanita itu seperti apa yang secara tidak langsung akan membuatnya mehamai bagaimana peran seorang pria baik dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya.
Bagaimanapun, pada dasarnya semua permainan adalah baik bagi anak, karena dalam bermain tugas-tugas perkembangan anak bisa terpenuhi. Tentunya harus tetap berada dalam bimbingan dan pantauan orang tua, agar anak dapat memperoleh informasi yang tepat. Walaupun saat ini banyak sekali tersedia alat permainan edukatif maupun permainan yang modern, namun tetap saja anak juga perlu diberikan kesempatan untuk bermain dengan teman sebayanya dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Hal ini akan sangat berperan untuk mengembangan aspek sosioemaosional, bahasa dan juga kesadaran diri pada anak.
Di akhir sesi Pak Winata berpesan pilihlah mainan yang tepat untuk tumbuh kembang anak. Dan Kak Maya juga berpesan agar orang tua bisa lebih jeli dan cerdas untuk memilih mainan, yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga mendidik. Orang tua tidak selalu harus memenuhi permainan yang diinginkan oleh anak, tetapi pilihlah permainan yang dibutuhkan oleh anak, yang sesuai dengan tahapan usia anak. Dunia anak adalah dunia bermain. Dari bermain sesungguhnya ia belajar mengeksplorasi dan menjelajahi dunianya. Karena anak adalah investasi masa depan.
Surabaya, 9 Maret 2011
Studio Metro TV on Dialog Titik Tengah – Metro TV Jatim edisi 8 Maret 2011 (09.30-10.00 WIB)
Narasumber 1                 : Bapak Winata (owner Win-Toys)
Narasumber 2               : Nindia Nurmayasari, SPsi. (Praktisi pendidikan)
Moderator                      : Amanda Manuputy
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s