Bincang Santai Kelab Penulis Cilik di BBSTV

image

Kemarin tepatnya hari Jumat, 18 Oktober 2013 Kelab Penulis Cilik (KPC) mendapat undangan menjadi narasumber untuk berbagi cerita di BBSTV dalam program acara Bincang-bincang Santai.

KPC saat itu di wakili oleh saya, Bunda Maylia dan Hanun. Saya dan Bunda Maylia merupakan pengelola KPC saat ini, sedangkan Hanun adalah murid KPC yang cukup berprestasi.

Sesuai dengan tajuk acaranya, kami pun berbincang santai mengenai komunitas kami. Dimana saat ini sudah mengalami banyak sekali perubahan dan inovasi khususnya dalam hal konten kurikulum dan metode belajarnya. Ya, hal ini yang sekaligus menandakan adanya pembaharuan di manajemen KPC.

Perbincangan yang dilakukan sangat santai dan mengalir. Kami bercerita awal berdirinya KPC sejak tahun 2009 hingga sekarang. Awalnya KPC berdiri dari ketidak sengajaan, saat itu ada salah satu teman yang memiliki putri yang punya hobi menulis. Tapi seringkali setelah menulis hasil tulisannya dibuang begitu saja. Tanpa sengaja si ibu memunguti hasil tulisan anaknya. Menurut si Ibu tulisan anaknya cukup bagus karenanya ia mendatangi salah satu penulis senior yaitu Sofie Beatrix meminta agar anaknya dibimbing untuk menulis. Setelah dibimbing beliau, tak lama si anak berhasil membuat sebuah buku. Kabar membanggakan inipun sampai di telinga teman-teman penulis cilik ini hingga ke orang tua wali murid lainnya. Alhasil banyak sekali orang tua yang ingin anaknya untuk bisa dibimbing menulis. Lalu, sejak saat itulah Bu Sofie Beatrix mengajak saya untuk bergabung. Kita memberikan pengajaran hingga menyusun desain kurikulum bersama.

Mengapa menulis? Saya percaya bahwa apapun cita-cita kita nantinya, ketrampilan menulis ini sangat diperlukan. Setiap jenjang pendidikan hingga kita dewasa pun tidak terlepas dari kegiatan tulis menulis. Mulai dari menyelesaikan tugas di Sekolah, membuat bahan presentasi di bangku kuliah, menyelesaikan skripsi, tesis, disertasi hingga lamaran pekerjaan pun tak lepas dari kegiatan tulis menulis ini. Sehingga sangat penting sekali untuk diasah sejak dini.

Lebih jauh, dengan menulis anak juga secara tidak langsung distimulasi untuk gemar membaca. Karena kita tidak akan dapat menghasilkan tulisan yang baik dan up to date jika tidak banyak membaca. Membaca ini pun juga dapat diartikan secara luas, tidak terbatas hanya membaca buku saja tetapi membaca lingkungan sekitar. Artinya anak di ajak untuk lebih peka dalam mengamati dan melihat apa yang terjadi di lingkungannya.

Menulis juga dapat membantu anak untuk berpikir lebih sistematis, kritis, analitis dan imajinatif. Selain begitu banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan menulis, kami juga memahami bahwa masing-masing anak memiliki bakat dan kecerdasan yang berbeda-beda. Gardner mengatakan bahwa setiap anak itu unik dan masing2 anak memiliki kecerdasan majemuk, yaitu kecerdasan visual spasial, logika, linguistik, kinestetik, naturalis, interpersonal, intrapersonal, musikal, spiritualis dan eksistensialis. Nah, mengacu pada hal tersebut kami ingin mengembangkan bakat dan kecerdasan linguistik anak.

Oleh karenanya KPC merupakan wadah dan tempat bagi anak-anak yang memiliki bakat, minat dan hobi dalam bidang tulis menulis. Namun saat ini dengan kurikulum kami yang baru, pembelajaran tidak hanya menekankan pada ketrampilan menulis saja tetapi juga ketrampilanĀ  bercerita. Sehingga optimalisasi kecakapan anak dalam bidang berbahasa baik lisan maupun tulisan dapat terfasilitasi seutuhnya. Kecakapan dalam mengemukakan pendapat, ide dan keberanian berbicara di depan umum pun tidak kalah pentingnya. Suatu saat anak akan dituntut untuk dapat mempesentasikan dirinya dengan tepat dan baik di dunia nyata nantinya.

Hanun yang masih berusia 10 tahun ini bercerita bahwa dirinya sangat senang menulis karena bisa mengetahui banyak hal. Dengan menulis ia bisa memperoleh banyak informasi pengetahuan yang ingin ia tuliskan. Kebetulan ia memiliki ketertarikan dalam bidang science atau ilmu pengetahuan, hewan, tumbuhan dan fenomena alam. Sehingga tak jarang ia pun sering berselancar di dunia maya untuk mencari informasi lebih jauh sebagai bahan tulisannya.

Bunda Maylia juga mengatakan bahwa menulis itu tidak hanya sekedar kita berimajinasi, tetapi kita juga harus aktif dalam mengumpulkan data dan fakta. Misalnya ketika kita sedang menuliskan tentang hewan chittah, kita pun harus tahu bagaimana tentang kehidupan hewan tersebut. Bagaimana ia berlari, saat hidup di hutan, deskripsi tentang chittah itu sendiri seperti apa sehingga cerita yang kita tuliskan bisa hidup dan mampu mengajak pembaca masuk ke dalam alur cerita.

Di KPC walaupun kita belajar menulis tetapi suasana belajar tetap dikemas dengan menyenangkan dan seru. Sehingga anak pun tidak merasa bosan karena hanya diminta untuk menulis. Kami pun paham bahwa menulis membutuhkan adanya stimulasi dan inspirasi untuk memperoleh ide segar karenanya sekali waktu kami pun belajar di tempat terbuka, seperti belajar di taman, kebun binatang, perpustakaan, dan sebagainya.

Walaupun nantinya kami juga memfasilitasi bagi anak-anak yang berpotensi dan ingin menerbitkan karya nya dalam bentuk buku. Namun kami lebih menekankan proses dari menulis itu sendiri. Karena apapun cita-cita anak nantinya, menulis dan bercerita atau kemampuan mempresentasikan dirinya akan selalu dibutuhkan sebagai bekal menghadapi dunia nyata.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang KPC dan ingin bergabung bersama kami silakan kunjungi website kami di http://www.kelabpenuliscilik.com atau email ke info.kelabpenuliscilik@gmail.com

19 Oktober 2013
Salam hangat,
Kak Maya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s