Kelab Penulis Cilik Plus!

image

Suasana belajar di KPC. Hanun sedang memperkenalkan diri di depan teman-temannya 🙂

Klub Penulis Cilik (KPC) kini program baru yaitu Kelab Penulis Cilik Plus. Selain belajar bagaimana menulis plus juga belajar bercerita. Ini bertujuan agar para penulis cilik selain mahir dalam menulis juga pandai dalam mempresentasikan dirinya. Kepercayaan diri untuk berbicara di depan umum, bagaimana berkomunikasi dan keberanian untuk mengungkapkan gagasan, pendapat dan ide nya merupakan hal yang diperlukan agar anak nantinya menjadi pribadi yang di atas rata-rata.

Pertemuan pertama di kelas KPC Plus sangat seru dan menyenangkan. Walaupun awalnya anak-anak terlihat canggung dan malu-malu tetapi tidak butuh waktu lama untuk membuatnya menjadi cair dan saling akrab satu sama lain. Hal ini dikarenakan saat diawal sesi di adakan ice breaking, jadi anak-anak diajak bermain untuk saling kenal dan mencairkan suasana.

Kegiatan belajar dipandu oleh dua orang guru, yaitu Kak Maya dan Bunda Maylia. Tidak hanya belajar menulis tapi anak juga diajak untuk berani berbicara di depan teman-temannya. Jadi setelah menulis, mereka diminta untuk menceritakannya di depan teman-teman secara bergantian.

image

Asha sedang bercerita tentang cita-citanya didepan teman-teman

Saat diminta untuk bercerita tentang cita-cita ada jawaban unik dari salah satu murid, yaitu Asha. Jika teman-teman lainnya bercita-cita ingin menjadi dokter, guru di sekolah dan penulis. Berbeda dengan Asha, ia ingin menjadi guru bagi monyet di Baluran. Rupanya saat ia sedang berada di Baluran sebuah Taman Nasional, ia menemui monyet-monyet yang menurutnya tidak sopan karena suka mengambil barang pengunjung tanpa ijin dan suka mengganggu. Maka itu, ia ingin menjadi guru untuk monyet-monyet itu agar bisa lebih sopan dan baik pada manusia. Hihihihi… keren banget yah cita-citanya, sangat unik.

Selain menulis di dalam kelas, anak-anak juga diajak untuk berpetualang dan mengeksplorasi lingkungannya. Karena kelas KPC ini bertempat di Perpustakaan BI yang memiliki taman dan halaman yang cukup luas dan dekat dengan taman kota pula maka anak-anak diajak untuk mengamati sesuatu yang ia sukai yang ada di sekitar.

Wah… anak-anak sontak berteriak dengan girangnya. Dengan senyum penuh keceriaan mereka langsung berhamburan di taman mencari objek yang mereka sukai dan ingin diamati. Ada yang mengamati pohon, ia memegang permukaan batangnya, mengamati daunnya, dan mencium aromanya. Ada yang memilih bunga, kumbang, kupu, dan kendaraan yang berlalu lalang di sekitar halaman yang memang sangat dekat dengan jalan raya.

Menulis itu mudah. Kita bisa memulainya dari menuliskan sesuatu yang kita sukai atau pengalaman yang pernah dialami. Karenanya kami ingin memberikan pengalaman nyata pada anak-anak yang kemudian dituliskan.

Namun tak jarang dalam menulis ada saja hambatan yang menghantui, biasanya di awal saat akan menulis bingung mau menulis apa. Nah, ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan akan kita tidak sampai kehabisan ide saat akan menulis. Mau tahu? Yuk, dilanjut bacanya yah…

1. Gemar Membaca
     Dengan banyak membaca kita akan dapat banyak informasi dan pengetahuan baru. Nah, dari situ bisa kita pilih mana bahasan yang menarik untuk dijadikan bahan tulisan. Selain itu, dengan banyak membaca kita punya banyak perbendaharaan kata lho. Jadi tulisannya bisa lebih keren.

2. Membawa buku catatan
    Kadang saat kita sedang berjalan-jalan atau berada disuatu tempat, tiba-tiba terbersit ide untuk menulis. Nah, ide itu segera tuliskan di buku catatan. Sayang sekali kan kalo kita nggak jadi nulis karena lupa tadinya mau menulis apa. Ide adalah harta yang sangat berharga. Maka setiap kali muncul ide segera tuliskan.

3. Sering mendengar dan bercerita
    Ide bisa datang dari mana saja, salah satunya cerita dari teman. Jika ada teman yang bercerita maka dengarkanlah, bisa jadi ceritanya menarik dan bisa dijadikan bahan tulisan. Selain mendengar, cobalah bercerita ke temanmu dengan begitu akan mendapat banyak masukan dan ide baru.

4. Jalan-jalan
    Semua orang pasti senang kan berjalan-jalan? Tapi usahakan jika berjalan-jalan juga amati sekitar. Atau kita bisa menuliskan kembali pengalaman perjalanan kita. Hal-hal seperti itu bisa lho dijadikan bahan tulisan.

Gimana, udah nggak bingung lagi kan mencari ide untuk menulis? 🙂

19 Oktober 2013
Kak Maya,

Advertisements

2 thoughts on “Kelab Penulis Cilik Plus!

    • Untuk mengikuti kegiatan Klub Literasi Anak, bisa update informasinya di Fanpage FB Klub Literasi Anak atau di IG @klubliterasianak. Kegiatannya sementara ini dilakukan satu bulan sekali, di minggu ke dua. Di sosial media tersebut akan diinfo mengenai kegiatan yang akan dilakukan. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s