Pentingnya Komunikasi di Awal

Senaaaaang sekali rasanya hari ini belajar bersama murid-murid Klub Penulis Cilik (KPC). Sangat terasa semangat dan antusias mereka saat mengikuti kelas. Saya pun jadi tertular menjadi lebih semangat dan sangat menikmati setiap sesinya.

Saat sudah dirumah, saya agak terkejut karena ada orang tua murid yang mengirim saya pesan singkat. Intinya orang tua murid tersebut heran karena anaknya yang baru pertama kali ini bergabung dan saat pulang tiba-tiba menangis dan mengatakan kalau ia tidak bisa menulis. Si orang tua menanyakan mengapa dan apa saja kegiatan yang dilakukan hari ini.

Ingatan langsung melayang di kegiatan kami pagi itu, seingat saya si anak laki-laki yang baru kelas 2 SD itu tadi saat dikelas baik-baik saja. Awalnya memang terlihat malu-malu, namun tak lama. Setelah itu ia bisa membaur dan beradaptasi dengan teman-temannya. Malah, ia terlihat sering mengeluarkan celetukan-celetukan yang mengundang tawa teman-temannya. Ia pun mau dan mampu mengerjakan tugas menulis dengan baik kok.

Merasa tidak lega jika membalasnya melalui pesan singkat, maka saya pun memutuskan untuk menelpon orang tua tersebut. Setelah saya menceritakan kegiatan di hari ini, si orang tua pun bercerita bahwa si anak pulang dengan menangis tersedu-sedu.

Setelah saling bicara dan mengingat-ingat lagi dengan seksama, saya menduga seperti ini. Di setiap pertemuan KPC selalu ada penugasan untuk menuliskan sebuah cerita lalu cerita tersebut di kumpulkan dan dikoreksi oleh pengajar untuk dipilih cerita yang paling menarik. Bagi yang ceritanya menarik akan mendapatkan hadiah. Mungkin si anak sedih, karena ke dua teman laki-lakinya semuanya terpilih sedangkan ia tidak.

Mendengar penjelasan itu, Ibunya sontak langsung mengiyakan dan membenarkan. Rupanya si anak masih asing dengan system reward. Ia akan langsung merasa rendah diri jika tidak mendapatkan hadiah. Padahal maksud hati dengan adanya reward ingin memberikan motivasi pada anak.

Hmm…dari kejadian ini pun saya semakin belajar banyak tentang dunia anak-anak. Ada yang terlewat. Yaitu sangat penting memberikan pemahaman tentang konsep reward & punishment di awal pertemuan. Mengapa ada reward dan punishment? Untuk apa itu semua dilakukan?

Yuk, simak apa itu konsep Reward & Punishment dan bagaimana implikasinya bagi emosi anak. lalu, bagaimana bisa mengelola emosi dengan sehat. Cekidot!

Reward & Punishment

Kalau konsep reward & punishment bisa menstimulasi kelakuan baik anak? Kita bisa memberikan penghargaan bila anak berbuat baik atau menerapkan hukuman yang cocok untuk usianya bila anak berbuat kurang baik. Konsep reward & punishment ini sebenarnya adalah wujud perhatian dan dukungan positif orang tua untuk mendorong anak agar menjadi lebih percaya diri dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupannya kelak.

Reward dan punishment merupakan dua bentuk metode dalam memotivasi seseorang untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan prestasinya.

Reward artinya ganjaran, hadiah, penghargaan atau imbalan. Metode ini bisa meng-asosiasi-kan perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang, dan biasanya akan membuat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik secara berulang-ulang. Selain motivasi, reward juga bertujuan agar seseorang menjadi giat lagi usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah dapat dicapainya.

Sementara punishment diartikan sebagai hukuman atau sanksi. Jika reward merupakan bentuk reinforcement yang positif; maka punishment sebagai bentuk reinforcement yang negatif, tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Tujuan dari metode ini adalah menimbulkan rasa tidak senang pada seseorang supaya mereka jangan membuat sesuatu yang jahat. Jadi, hukuman yang dilakukan untuk memperbaiki dan mendidik ke arah yang lebih baik.

Tapi dalam suatu pembelajaran jarang sekali saya menggunakan konsep punishment untuk menghilangkan perilaku yang tidak dikehendaki. Saya lebih memilih untuk memberikan reward agar perilaku baik tersebut bisa di contoh bagi yang lainnya dan memotivasi untuk menampilkan perilaku yang lebih baik lagi.

Pada intinya saya jadi semakin belajar, bahwa mengemukakan maksud dari tindakan yang akan kita berikan pada anak sangat penting untuk disampaikan. Dengan demikian anak akan lebih dapat mempersiapkan dirinya. Bagaimana menurut anda?

@maya_myworld

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s