Serunya Mewawancarai Tokoh di Kelas Klub Penulis Cilik

image

Masih terbayang serunya belajar di Kelas KPC Sabtu lalu. Materinya adalah tentang Wawancara Tokoh. Bertempat di @darmoheerlijk café and resto. Anak-anak melakukan eksplorasi. Karena tempatnya bersebelahan dengan rumah sakit, anak-anak tetrarik untuk mewawancara tokoh dari tenaga medis, yaitu dokter dan perawat.

Hebatnya anak-anak, ternyata mereka percaya diri dan berani lho saat memulai percakapan dengan orang baru. Begitu excited J.
Hanun dan Dinara memilih mewaawncara dokter, akhirnya kamipun ke IGD untuk mencari sang dokter. Lucu banget inget ekspresi mereka saat nervous mau ketemu Pak Dokter, kayak mau ketemu ama pujaan hati aja hehehe. Bener-bener salah tingkah sampai remas-remas tanganku, “Uhh…gimana niy Kak. Nanti temenin yah?” pinta Dinara sambil nyengir.

Syukurlah di IGD nggak terlalu banyak pasien dan Pak eh Mas Dokter (karena masih muda ternyata) dan baik hati bersedia diwawancara walau sebentar.
Awalnya malu-malu tapi tetap terlihat berani dan percaya diri. Semua pertanyaanpun sudah selesai ditanyakan.

Dua pertanyaan terakhir yang ditanyakan Hanun (10th) adalah, “Dokter usianya berapa?” tanyanya sambil malu-malu. “Uhmm…sudah menikah?” lanjutnya… #eaaa…

Hahahaha

Salut dan empat jempol untuk kalian…muaaah. Hebat, berani, dan begitu alami. Itulah mengapa aku begitu mencintai dunia kalian :’).

Advertisements

Siapa Bilang Jadi Pengusaha itu Enak?

Memiliki sebuah usaha, ibarat kita menanam benih. Membutuhkan proses, kerja keras, ketelatenan, sabar dan kegigihan hingga ia tumbuh menjadi besar dan bermanfaat

Mungkin banyak yang beranggapan jadi pengusaha itu enak, karena punya bawahan, pendapatan banyak, bisa mengatur waktu sesukanya, bisa leha-leha dan terlihat keren. Ya, seperti itu juga anggapanku, tapi itu dulu!. Sekarang, setelah aku benar-benar terjun dan menangani KPC secara utuh, semua anggapan itu mendadak hilang. Berubah total.

Ternyata jadi pengusaha itu pusing, banyak yang dipikirkan dan harus dikerjakan, nggak ada jam kerja yang jelas (karena setiap saat kita bisa memikirkannya). Dirumahpun kadang kita juga memikirkan pekerjaan, merencanakan dan merancang strategi ke depan. Jadi pengusaha itu jarang bisa santai karena ternyata banyak yang harus di kontrol.

Itu yang aku pikirkan beberaa hari lalu, tapi tidak untuk saat ini dan seterusnya. Di sela-sela banyaknya tugas yang harus dikerjakan, di satu titik aku sadar bahwa dari itu aku telah banyak belajar.

Aku jadi belajar bagaimana mengambil keputusan, berpikir cepat dan taktis dengan mempertimbangkan banyak hal, mengelola diri sendiri untuk disiplin dengan deadline yang ku buat sendiri (secara belum punya asisten), dan terpenting aku belajar untuk action dalam setiap pilihan dan keputusan yang dibuat.

Seperti sekolah yang ada bab-bab pelajaran yang akan dipelajari, seperti itu juga yang aku alami di dunia bisnis (walaupun masih awal banget). Setiap harinya selalu ada bab baru yang harus aku pelajari. Setiap hari selalu ada tantangan baru yang harus diselesaikan. Nggak jarang “soal-soal” yang harus diselesaikan juga sulit-sulit hihihi.

Seperti saat ini, aku sedang belajar bab tentang bagaimana sebagai owner harus punya sikap, tegas, asertif, dan konsisten dengan value yang dipegang walaupun kadang dibilang terlalu idealis.  Bagaimana harus menghadapi orang-orang yang tiba-tiba datang dengan caranya yang tidak sesuai dengaku. Belajar untuk berpikir terbuka, tidak terlalu emosional dan lebih proporsional dalam menanggapi permasalahan.  Belajar lebih peka, mana masalah yang serius diselesaikan dan mana yang hanya dianggap angin lalu saja.

Aku merasa semua pelajaran di setiap bab itu jauh lebih menarik dan menantang, membuatku merasa lebih hidup karena setiap harinya aku belajar. Hingga akhirnya akupun sangat menikmati setiap prosesnya… Walaupun terkadang “soal-soal” nya sangat sulit dan bikin kepikiran sampai nggak bisa tidur seperti sekarang hehehe tapi aku sangat menikmatinya dan membiarkan diriku meresapi intisari dari tiap kejadian.

Ya, aku suka! Ini sangat menantang. Apalagi yang aku geluti adalah passion ku dan aku memiliki ketertarikan besar di situ. Aku ingat salah seorang seniorku, yaitu Mas Adit pernah bilang kalau jadi pengusaha itu repot. Nggak seperti yang dianggap kebanyakan orang. Tapi semua kembali ke kita nya, kalau kita suka dan enjoy pasti senang menjalaninya… Yang penting enjoy! Nikmati dan hadapi!

Seberat apapun tantangan yang dihadapi, yang membuat kita bertahan adalah karena kita yakin dan mencintai apa yang kita lakukan, terlebih jika itu pun membawa dampak positif untuk sekitar.

Setiap orang adalah guru, setiap kejadian adalah bab pelajaran dan setiap detik adalah waktu belajar.

 @maya_myworld

Selasa, 13 desember 2013

01.10 WIB

Bagaimana Agar Memiliki Kecakapan Lisan yang Baik?

“Seseorang boleh saja mempunyai gagasan yang paling hebat di dunia, tetapi jika orang itu tidak dapat meyakinkan orang lain, gagasan itu tidak ada artinya.” (Gregory Bens)

Adakah diantara teman-teman yang terkadang masih gugup saat berbicara di depan umum? Sering kehilangan kata-kata dan sering bilang “ee…ee…ee…” di sela-sela kalimat? Merasa saat berbicara berputar-putar dan tidak sistematis? Dan merasa kurang meyakinkan? Jika itu masih terjadi, maka teman-teman perlu membaca tulisan ini hingga akhir :).

Saat ini, kemampuan berbicara, mempresentasikan diri atau sesuatu sangatlah penting, terlebih bagi teman-teman yang memiliki usaha atau bekerja di bidang jasa. Kemampuan meyakinkan orang lain sangatlah diperlukan. Nah, bagaimana agar kita bisa memiliki kecakapan lisan yang baik? Berikut tipsnya!

  1. Antusias

Saya percaya bahwa setiap dari manusia memiliki energi yang dipancarkan. Pernahkah menyadari saat bertemu teman dengan raut wajah sedih, secara tidak sadar kitapun ikut merasakan sedih? Atau saat bertemu dengan teman dengan mimik wajah yang berseri-seri karena baru dapat bonus atau berita gembira, kita pun seakan bisa merasakan kebahagiaannya?. Ya, intinya tanpa disadari energi itu menular.

Maka sebagai seseorang yang akan berbicara di depan banyak orang pastikan energi yang kita pancarkan adalah energi positif. Penuh dengan semangat, kegembiraan, dan antusiasme yang tinggi. Jika kita sudah berhasil melakukannya, maka bisa dipastikan kita sudah membuat audience “jatuh cinta pada pandangan pertama” hehehe.

Bagaimana caranya?  Mudah saja.

Pertama, Tatap wajah orang yang akan kita ajak bicara dengan mantap. Ada yang bilang, mata adalah jendela hati. Berikan tatapan mata yang hangat, bersahabat, dan tulus. Sehingga orang lain bisa melihat tulusnya niat kita. Namun hal ini juga bisa disesuaikan jika yang kita temui adalah lawan jenis. Jangan terlalu lama memandang, sewajarnya saja. Kalau kelamaan bisa berbahaya hehehe.

Kedua, Berikan senyuman. Senyum adalah lengkung yang bisa meluruskan banyak hal. Apabila teman-teman tegang, grogi, senyum saja dulu. Perlahan tapi pasti akan merasa lebih relaks. Jika masih sulit, lakukan senam wajah untuk melemaskan otot-otot di sekitar wajah.

Ketiga, Bicaralah. Nah, kalau kita sudah memancarkan energi positif, semangat dan tersenyum lalu hanya diam membisu maka tetap saja orang lain tidak akan mengetahui maksud kita hehehe. Maka, bicaralah.

  1. Sistematis

Berbicara terkadang tidak semudah yang dibayangkan. Berikut beberapa tips yang semoga bisa membantu.

Pertama, Menulislah. Pastikan teman-teman mengerti dan paham betul apa yang akan dibicarakan saat berada di depan umum. Jauh lebih baik jika mempersiapkan terlebih dahulu bahan atau materi yang akan di bicarakan secara detil dan rinci. Sehingga memiliki kesan bahwa kita sangat menguasai apa yang sedang kita bicarakan. Dengan menuliskan konten materi terlebih dahulu juga sangat ampuh membuat kita lebih percaya diri. Untuk mencegah lupa, boleh saja membawa catatan kecil tersebut.

Kedua, Aturan Tiga. Saat menuliskan skrip atau narasi. Buatlah aturan 3. Maksudnya adalah, rangkum inti dari pembicaraan yang akan disampaikan menjadi 3 poin penting. Sehingga yang dibicarakan menjadi lebih padat, berisi dan sistematis. Ini juga membantu kita tidak terlalu berputar-putar saat berbicara, langsung pada pokok bahasan yang akan dibicarakan.

  1. Berpengaruh

Agar saat berbicara di depan umum dapat berpengaruh dan meyakinkan, maka lakukan hal-hal dibawah ini :

Pertama, Kontak mata. Menghindari kontak mata sering dianggap sebagai kekurangan dalam keyakinan diri dan kepemimpinan. Maka, pastikan pandangan mata kita terus beredar menatap mata orang yang sedang diajak berbicara. Memutuskan kontak mata adalah cara pasti memutuskan hubungan dengan orang yang sedang kita ajak bicara.

Kedua, Ekspresi. Yang dilihat pertama saat kita berbicara adalah bagian wajah. Maka, pastikan wajah kita juga “bercerita”. Jika sedang mengatakan sesuatu yang membahagiakan, jangan segan untuk tersenyum atau tertawa. Begitu pula jika menceritakan kisah sedih, maka sesuaikan raut wajah kita agar dapat menumbuhkan empati lawan bicara. Tak jarang seseorang mau melakukan sesuatu dengan suka rela dengan hanya melihat ekspresi wajah tanpa (mungkin) paham apa yang sedang dibicarakan.

Ketiga, Olah kata. Bahasa adalah jembatan dalam menyampaikan maksud atau sebuah pemikiran. Pemilihan kata, menjaga intonasi, kecepatan dan jeda dalam berbicara juga sangat ampuh dalam membuat apa yang kita sampaikan menjadi berpengaruh dan meyakinkan. Sering-seringlah berlatih di depan kaca, mendengar dialog/film, dan temukan gaya bicara kita sendiri. Setiap orang memiliki gaya bicara nya sendiri, pastikan hal itu membuat kita tetap merasa nyaman, dan menjadikan lebih berpengaruh positif untuk orang lain.

“Begitu Anda naik setingkat dari dasar, efektifitas Anda bergantung pada kemampuan untuk menjangkau orang lain melalui lisan dan tulisan.” (Peter Drucker)

 

written by :

@maya_myworld