Siapa Bilang Jadi Pengusaha itu Enak?

Memiliki sebuah usaha, ibarat kita menanam benih. Membutuhkan proses, kerja keras, ketelatenan, sabar dan kegigihan hingga ia tumbuh menjadi besar dan bermanfaat

Mungkin banyak yang beranggapan jadi pengusaha itu enak, karena punya bawahan, pendapatan banyak, bisa mengatur waktu sesukanya, bisa leha-leha dan terlihat keren. Ya, seperti itu juga anggapanku, tapi itu dulu!. Sekarang, setelah aku benar-benar terjun dan menangani KPC secara utuh, semua anggapan itu mendadak hilang. Berubah total.

Ternyata jadi pengusaha itu pusing, banyak yang dipikirkan dan harus dikerjakan, nggak ada jam kerja yang jelas (karena setiap saat kita bisa memikirkannya). Dirumahpun kadang kita juga memikirkan pekerjaan, merencanakan dan merancang strategi ke depan. Jadi pengusaha itu jarang bisa santai karena ternyata banyak yang harus di kontrol.

Itu yang aku pikirkan beberaa hari lalu, tapi tidak untuk saat ini dan seterusnya. Di sela-sela banyaknya tugas yang harus dikerjakan, di satu titik aku sadar bahwa dari itu aku telah banyak belajar.

Aku jadi belajar bagaimana mengambil keputusan, berpikir cepat dan taktis dengan mempertimbangkan banyak hal, mengelola diri sendiri untuk disiplin dengan deadline yang ku buat sendiri (secara belum punya asisten), dan terpenting aku belajar untuk action dalam setiap pilihan dan keputusan yang dibuat.

Seperti sekolah yang ada bab-bab pelajaran yang akan dipelajari, seperti itu juga yang aku alami di dunia bisnis (walaupun masih awal banget). Setiap harinya selalu ada bab baru yang harus aku pelajari. Setiap hari selalu ada tantangan baru yang harus diselesaikan. Nggak jarang “soal-soal” yang harus diselesaikan juga sulit-sulit hihihi.

Seperti saat ini, aku sedang belajar bab tentang bagaimana sebagai owner harus punya sikap, tegas, asertif, dan konsisten dengan value yang dipegang walaupun kadang dibilang terlalu idealis.  Bagaimana harus menghadapi orang-orang yang tiba-tiba datang dengan caranya yang tidak sesuai dengaku. Belajar untuk berpikir terbuka, tidak terlalu emosional dan lebih proporsional dalam menanggapi permasalahan.  Belajar lebih peka, mana masalah yang serius diselesaikan dan mana yang hanya dianggap angin lalu saja.

Aku merasa semua pelajaran di setiap bab itu jauh lebih menarik dan menantang, membuatku merasa lebih hidup karena setiap harinya aku belajar. Hingga akhirnya akupun sangat menikmati setiap prosesnya… Walaupun terkadang “soal-soal” nya sangat sulit dan bikin kepikiran sampai nggak bisa tidur seperti sekarang hehehe tapi aku sangat menikmatinya dan membiarkan diriku meresapi intisari dari tiap kejadian.

Ya, aku suka! Ini sangat menantang. Apalagi yang aku geluti adalah passion ku dan aku memiliki ketertarikan besar di situ. Aku ingat salah seorang seniorku, yaitu Mas Adit pernah bilang kalau jadi pengusaha itu repot. Nggak seperti yang dianggap kebanyakan orang. Tapi semua kembali ke kita nya, kalau kita suka dan enjoy pasti senang menjalaninya… Yang penting enjoy! Nikmati dan hadapi!

Seberat apapun tantangan yang dihadapi, yang membuat kita bertahan adalah karena kita yakin dan mencintai apa yang kita lakukan, terlebih jika itu pun membawa dampak positif untuk sekitar.

Setiap orang adalah guru, setiap kejadian adalah bab pelajaran dan setiap detik adalah waktu belajar.

 @maya_myworld

Selasa, 13 desember 2013

01.10 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s