Membawa Bisnis Kita Naik Kelas

Assalamu’alaikum wr…wb

Alhamdulillah… Puji Syukur kehadirat Alloh SWT karena dengan ridhoNya akhirnya TDA Cangkruk Ladies yang ketiga berjalan dengan lancar. Senang sekali rasanya bisa bersilaturahmi, bertemu dengan kawan-kawan baru dan mendapat ilmu yang luar biasa. Ingin tahu cerita selengkapnya? Berikut laporannya 🙂

Oh ya, sebelumnya terimakasih kepada Mbak Laila Asri dan juga Ruko Dannis Collections yang berkenan menjadi tuan rumah sekaligus memberikan materi yang luar biasa kepada kami. Banyak sekali manfaat dan pelajaran yang bisa kita ambil dan insyaalloh bisa diterapkan di bisnis kita masing-masing.

Terimakasih juga untuk rekan-rekan TDA Ladies yang sudah hadir dan sudah kompak juga untuk membawa makanan masing-masing hehehe. Bener-bener terjamin dan berlimpah makanan, sampe bingung mau nyicipin yang mana hehehe…

TDA Cangkruk Ladies kali ini membahas mengenai “Membawa Bisnis Kita Naik Kelas”,  tentunya kita semua ingin agar bisnis kita naik kelas bukan?!

Dalam presentasinya, Mbak Laila memaparkan bahwa kondisi Indonesia saat ini lebih dari 60% penduduknya berada dalam usia produktif, dimana daya beli menjadi luar biasa. Selain itu, internet yang kini berkembang cukup pesat memberikan pengaruh dan turut mengubah banyak hal. Misalnya, kita bisa memaksimalkan internet untuk mendatangkan income yang lebih besar. Perkembangan yang lain adalah bahwa kini, setiap orang memiliki handphone yang memudahkan siapa saja untuk berkomunikasi sehingga ini juga merupakan peluang dalam bisnis. Nah, jika semua kondisi terus berubah maka kita pun juga harus jeli, mau berubah dan beradaptasi dengan keadaan agar bisnis kita bisa terus berkembang.

Dalam bisnis, siapa yang lebih cepat akan mengalahkan yang lambat. Jika dalam perusahaan besar memiliki birokrasi yang cukup rumit untuk memutuskan sesuatu, berbeda halnya dengan UKM yang tidak memerlukan birokrasi yang berbelit sehingga lebih cepat merespon dan mengambil keputusan. Mbak Laila juga mengatakan bahwa bisnis itu seharusnya bertumbuh secara sustain (terus-menerus) bukan lompat-lompat. Maksudnya adalah pergerakannya berkelanjutan, bukan fluktuatif. Terus merangkak naik.

Dalam bisnis harus punya brand. Apalagi jika kita sudah memutuskan untuk menyeriusi usaha yang akan digeluti. Brand menjadi penting agar orang lain tahu. Selain itu, penting juga untuk mematenkannya. Untuk hal ini kita bisa minta bantuan pada konsultan merk atau dirjen HAKI. Karena jika brand kita sudah besar namun belum dipatenkan, dan ternyata brand tersebut sudah dimiliki oleh orang lain, maka akan membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk mengganti brand tersebut.

Agar bisnis kita naik kelas, maka bisnis kita harus memiliki cashflow yang positif. Cash is a King. Jangan sampai seakan-akan kita memiliki omset yang cukup banyak, tapi nyatanya ketika di akhir atau di awal bulan kita tidak sanggup menggaji karyawan bahkan untuk diri kita sendiri, maka pastikan kita memiliki cashflow yang lancar. Selain itu, bisnis juga harus memiliki profit margin yang baik pula.

Bisnis juga akan sangat mungkin naik kelas, jika memiliki manajemen tim yang solid. Team sangat penting dalam sebuah bisnis. Jangan sampai kita menjadi CEO alias Chief EVERYTHING Officer, jadi semuanya kita sendiri yang mengerjakan hehehe. Delegasikan pada tim. Walaupun untuk membentuk sebuah tim yang solid itu membutuhkan proses, membuat setiap orang yang ada dalam tim memiliki kesamaan dan passion yang sama dengan kita bukanlah hal yang mudah. Namun, bukan berarti hal ini tidak mungkin untuk diwujudkan.

Nah, yang terpenting juga agar bisnis kita bisa naik kelas adalah bahwa bisnis harus memiliki legalitas dan laporan keuangan yang rapih. Ini nih… yang bikin para pebisnis sedikit “alergi” dan langsung pusing kalau diminta untuk menunjukkan atau mengurusi laporan keuangannya hehehe. Mbak Laila menekankan, bahwa sebagai seorang pebisnis setidaknya harus mengerti dan bisa membaca laporan keuangan. Karena apapun keputusan yang akan kita ambil, mengacunya pada laporan keuangan. Misalnya, jika kita ingin menambah karyawan, membeli mesin, tentunya kita akan lihat dulu kondisi keuangan kita. Belum lagi jika membutuhkan modal kemudian berencana untuk meminjam pada bank atau lembaga keuangan, tentunya membutuhkan laporan keuangan. Selain itu, dengan memiliki dan mengetahui perkembangan keuangan, kita bisa melihat apakah bisnis kita layak diperjuangkan atau tidak. Pesan yang penting juga adalah, jangan menggabungkan uang bisnis dengan uang pribadi.

Diakhir sesi, Mbak Laila menyampaikan bahwa kunci agar bisnis kita naik kelas adalah :

Passion + Knowledge + Network + Action

Passion >> Hindari memulai bisnis hanya karena trend, tapi sebaiknya sesuaikan dengan passion kita.

Knowledge >> Jika sudah memulai bisnis perkaya diri dengan pengetahuan, karena bisnis bisa saja mati karena kita kurang siap atau kurang pengetahuan untuk mengembangkannya.

Network >> Jaringan, teman-teman atau kerabat ini bisa dijadikan sebagai support system. Tempat untuk saling berbagi pengalaman, bertanya banyak hal (misal : hukum, sdm, keuangan, dll), dan juga saling mendukung satu sama lain.

Action >> Ini yang terpenting, karena semuanya nothing kalau nggak ada action.

Pada dasarnya jika ingin bisnis kita naik kelas, maka kita juga harus mau berubah dan mau melangkah.

Kurang lebih demikian yang disampaikan oleh Mbak Laila melalui presentasinya yang keren banget :).

Setelah itu, sudah bisa ditebak kan? Ya, Mbak Laila langsung dibanjiri pertanyaan dari teman-teman TDA Ladies hihihi.  Tentunya kita semua tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya langsung pada beliau. Berikut beberapa pertanyaan dari teman-teman.

Apa yang harus dipersiapkan untuk membuat brand sendiri, sementara saat ini masih menjualkan produk orang lain?

Beberapa pertimbangan yang diberikan oleh Mbak Laila adalah… Apabila kita sudah memiliki brand sendiri maka harus di seriusin, jika perlu mengurus hak paten brand nya. Kemudian membuat target omset yang akan dicapai. Dan jika sudah memiliki brand sendiri, apakah usaha yang sudah dirintis dengan menggunakan brand orang lain itu bisa “disambi” tanpa mempengaruhi perolehan omsetnya? Karena dengan memiliki brand sendiri jelas akan menyita konsentrasi juga. Kemudian, perlu dipertimbangkan juga tentang kesiapan pribadi. Jika memang belum siap jangan dipaksakan. Lebih baik tetap menggunakan brand orang lain sambil menata profit yang itu bisa disisihkan untuk persiapan membuat brand sendiri, perlu mempersiapkan tim yang solid dan memastikan cashflownya mengalir lancar. Jika memang berencana untuk membuat brand sendiri, pastikan sistem, target dan omset di bisnis sebelumnya sudah mapan terlebih dahulu. Pastikan juga bahwa laju bisnis sebelumnya tidak akan terganggu jika kita mulai berfokus untuk mengembangkan bisnis baru dengan brand sendiri.

Dalam bisnis belum memiliki laporan keuangan yang jelas dan rapih, apakah harus merekrut staff khusus accounting atau bisa melimpahkannya ke tenaga accounting outsourcing dari luar saja?

Sebaiknya untuk mengerjakan laporan keuangan dilakukan oleh orang yang ahli, namun demikian kita sebagai pengusaha juga harus bisa dan paham membaca laporan keuangannya. Tidak hanya pasrah dan melimpahkan semuanya pada tenaga accounting tersebut. Karena sekali lagi, apapun keputusan yang akan dilakukan dalam rangka pengembangan usaha merujuknya pada laporan keuangan. Jadi diawal, jika belum paham betul mengenai laporan keuangan kita bisa meminta tolong pada tenaga ahli tetapi juga memintanya untuk mengajari kita cara membaca laporan keuangan, harus disertai dengan MOU yang jelas juga. Sehingga jika suatu saat ketika kita punya staff accounting sendiri, kita tetap bisa melakukan pengawasan dan tidak mudah ditipu.

Jika kita memiliki anggaran dan modal yang cukup. Sebaiknya merekrut staff admin atau marketing?

Jawabannya adalah merekrut staff admin. Karena admin bisa membantu kita untuk mengerjakan hal-hal kecil dan rutin yang tanpa disadari cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran kita. Dengan memiliki admin maka pemilik bisnis lebih bisa memikirkan perkembangan bisnis berikutnya, termasuk strategi marketing.

Bagaimana menyikapi konsumen yang memiliki sensitifitas harga?

Konsumen sendiri terbagi menjadi 4 tipe A, B, C, dan D (mohon maaf ini terlewat menyimak apa aja karakteristik konsumen di masing-masing tipenya..huehuehue). Intinya, kita tidak mungkin memuaskan semua orang. Maka fokuslah pada kualitas produk dan jangan sampai turun. Mengingat hukum pareto, 80% dan 20%. Lebih baik kita “merawat” konsumen kita yang 20% tapi loyal daripada memusingkan 80% konsumen yang seringkali banyak nawar, komplain dan hanya sesekali order.

Sebenarnya masih ada beberapa pertanyaan lain dari teman-teman TDA Ladies, termasuk pertanyaan dari saya juga hehehe, namun apa daya keterbatasan nggak sempet nyatet semua dan sudah tergoda dengan suguhan makanan-makanan di depan mata yang dibawa oleh teman-teman hihihihi… Ada donut, roll cake, bakso tahunya Mbak Vina, kue kastengelnya Mbak Menik yang rasanya rugi kalo nggak nyicip dan pesen hehehe #bukanPROMOSI dan masih buanyak lagi yang lain…(maapkan nggak hapal karena baru kenal juga hehehe).

Salah satu rejeki dan nikmat dari Alloh adalah bisa memiliki teman-teman yang memiliki kesamaan visi, bisa saling menularkan energi positif, berbagi ilmu, menambah saudara, dan itu ada di TDA Cangkruk Ladies. Jadi, untuk Ladies yang belum bergabung di acara cangkruk Ladies jangan sampai melewatkan cangkruk kita bulan depan yah yang insyaalloh lebih seru dan bermanfaat :). Yuk, kita belajar dan maju bersama :).

Demikian yang bisa saya laporkan di kegiatan TDA Cangkruk Ladies tanggal 11 Januari lalu, mohon maaf jika masih ada yang terlewat. Untuk teman-teman ladies yang kemarin hadir silakan ditambahin yah jika masih ada informasi penting yang belum tersampaikan di sini :).

Terimakasih sekali lagi untuk Mbak Laila Asri yang berkenan berbagi ilmu dan pengalamannya sekaligus menjadi tuan rumah, juga terimakasih pada teman-teman TDA Ladies semuanya yang sudah hadir *peluk semua*. Maturnuwun…. ^^

Wasalamu’alaikum wr. wb

@maya_myworld

 

Advertisements

2 thoughts on “Membawa Bisnis Kita Naik Kelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s