Mempertahankan Bisnis Saat Bencana Melanda

Belum genap 90 hari kita menapaki tahun 2014, namun awal tahun telah dibuka dengan rentetan berita bencana yang memprihatinkan. Tercatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah terjadi sebanyak 203 bencana di sejumlah tempat di Indonesia. Mulai dari bencana banjir, gempa bumi, tanah longsor hingga yang baru saja terjadi yakni letusan gunung Kelud yang berakibat hujan abu yang cukup mengkhawatirkan di beberapa tempat.

Bisnis merupakan sebuah proses yang sangat dinamis dan juga tidak lepas dari resiko-resiko yang terjadi. Adanya bencana alam seperti ini, merupakan faktor eksternal yang diluar prediksi dan turut memberikan dampak pada laju bisnis. Sebagai pelaku bisnis, bagaimana kita menyikapinya?

Dunia ini penuh dengan ketidak pastian, begitu juga di dunia bisnis. Dimana dalam prosesnya selalu dihadapkan pada tantangan-tantangan dan resiko yang harus dihadapi. Sejak awal mula memutuskan untuk memulai sebuah bisnis seharusnya hal seperti inipun sudah disadari, sehingga sejak awal sudah mempersiapkan mental yang kuat jika suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti terjadinya bencana.

Jika seorang pelaku bisnis tidak siap dengan mental yang kuat dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan yang menghadang maka bisa dipastikan bisnis yang dijalankan tidak akan bertahan lama. Bisnis merupakan proses berkelanjutan dan penuh tantangan. Bisnis tak ubahnya seperti siklus hidup manusia, yaitu mulai lahir, menjadi bayi, belajar merangkak, berjalan hingga berlari. Karenanya membutuhkan kegigihan, sikap mental yang kuat, keinginan terus belajar, dan mau bangkit dalam setiap kegagalan.

Dunia bisnis penuh dengan tidak pastian, maka setiap pelaku bisnis harus siap mengadapi berbagai perubahan. Mau membuka mata, telinga serta jeli melihat gejolak dan dinamika pasar yang terjadi di sekitar, dan mampu melihat kecenderungan ke depan sehingga siap dengan kemungkinan yang akan terjadi.

Menyadari betapa resiko dalam berbisnis bisa terjadi kapan saja, maka pelaku bisnis harus merencanakan dan menentukan bagaimana agar dapat meminimalisir gangguan dalam bisnis, khususnya saat terjadi bencana. Dalam hal ini penting bagi pelaku bisnis untuk mempersiapkan rencana-rencana alternatif yang bersifat darurat yang akan di lakukan, yang terpenting adalah melindungi asset dan dokumen-dokumen penting perusahaan. Masing-masing bisnis memiliki cara tersendiri dalam merencanakan langkah preventifnya, bisnis pakaian tentu memiliki rencana penanganan yang berbeda dengan bisnis IT dan juga bisnis pendidikan.

Kita tentu tahu bahwa sebaik-baiknya pembuat rencana adalah Tuhan Yang Maha Esa. Setelah mempersiapkan berbagai rencana darurat untuk meminimalisir kerugian ketika terjadi bencana, yang bisa dilakukan saat bencana benar-benar terjadi adalah berserah dan tawakal pada ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. Menerima dengan lapang setiap kejadian yang Tuhan berikan adalah cara terbaik untuk bisa berdamai dengan keadaan.

Namun demikian berserah bukan berarti pasrah tanpa melakukan suatu usaha, cobalah untuk melihat sekeliling dan lebih peka menangkap peluang, karena tak jarang saat berada dalam kondisi terdesak dan darurat dapat memunculkan ide-ide kreatif. Seperti beberapa waktu lalu, saat terjadi banjir di Jakarta, memunculkan ide untuk menyewakan pelampung. Jika tidak jeli melihat peluang, tentunya kita akan melewatkan hal ini begitu saja.

Jika ingin bisnis terus bertahan, tidak ada cara lain selain bangkit dan optimis. Meyakini bahwa bencana yang terjadi merupakan cara Tuhan untuk mengangkat bisnis kita agar lebih melesat lebih tinggi lagi. Lebih baik menyalakan lilin dari pada terus-menerus mengutuk kegelapan. Lebih baik bangkit dari keterpurukan daripada terus-menerus meratapi nasib.
Nelly Nurila adalah seorang pengusaha roti yang bisnisnya semakin berkembang pasca bencana Tsunami di Aceh beberapa tahun lalu. Berbekal keuletan, kegigihan, dan tekad yang kuat untuk melanjutkan hidup akhirnya ia dan keluarganya berhasil bangkit menjadi pengusaha roti yang sukses.

Menemukan motivasi untuk bertahan dan memulai usaha adalah langkah awal untuk bisa bangkit dan kembali meneruskan bisnis. Pengusaha atau yang dikenal entrepreneur tidak hanya mengenai bisnis dan uang semata, namun lebih dari itu. Temukan motivasi terdalam mengapa menggeluti usaha, mengapa bisnis ini harus terus dipertahankan, entah untuk membahagiakan orang tua, keluarga, agar bisa berbagi, menebar manfaat, untuk beribadah dan sebagainya. Tujuan inilah yang mampu mendorong seseorang untuk bangkit dari keterpurukan.

Karenanya sangat penting bagi seorang pebisnis untuk memiliki tujuan atau visi dalam bisnisnya. Tujuan akhir inilah yang mampu membangkitkan semangat dan menumbuhkan jiwa optimis untuk terus bertahan dari segala tantangan yang menghantam.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. 2:216)

Nindia Nurmayasari
@maya_myworld

Advertisements