Mutiara Bisnis Aditya Hayu w

Menjadi seorang wirausaha muda yang sukses boleh jadi merupakan idaman banyak orang. Namun, pernahkah disadari bahwa sebenarnya keputusan untuk menjadi seorang wirausaha bukanlah sesuatu yang mudah. Membangun sebuah bisnis bukanlah semudah membalik telapak tangan dan seperti yang kebanyakan orang pikirkan. Nyatanya membutuhkan perjuangan, pergulatan dan proses yang panjang. Ingin mengetahui apa saja mutiara-mutiara bisnis yang bisa membuat usaha kita semakin berkilau? Mari kita belajar dari sosok yang satu ini J

Di sebuah sudut café miliknya, Darmo Heerlijk café and Resto, ia banyak berbagi mengenai pengalaman dan pandangannya mengenai dunia bisnis. Bisnis café merupakan bisnis yang beberapa tahun belakangan ini serius dilakoninya setelah beberapa bisnis sebelumnya menuai kegagalan. Kini ia sudah memiliki 2 gerai café yang berlokasi di Surabaya dan Sidoarjo. Dialah Aditya Hayu Wicaksono, yang mungkin tidak asing bagi rekan-rekan di Komunitas Tangan Di Atas. Karena ia adalah mantan ketua umum TDA Surabaya dan kini menjabat sebagai pengurus TDA Pusat.

Pembawaanya yang hangat dan murah senyum serta mudah bergaul membuatnya memiliki pergaulan yang cukup luas. Siang itu, dengan mengenakan baju batik berwarna ungu yang bertuliskan Heerlijk Indonesia di salah satu sisinya, sembari menyantap nasi goreng kesukaannya, kami berdiskusi banyak hal.

  • Pilihlah Partner yang Saling Melengkapi

Ketika membangun sebuah bisnis khususnya bagi pemula, tak dapat dipungkiri terkadang melibatkan dua atau lebih orang. Hal ini dilakukan untuk menyokong kelangsungan bisnis itu sendiri. Mas Adit, ya begitulah ia biasa dipanggil, mengatakan bahwa mencari seorang partner bisnis bukanlah sesuatu yang mudah, bisa diibaratkan seperti membina sebuah “pernikahan”. Dalam membina hubungan ini, besar harapan agar pernikahan bisa berlangsung selamanya. Memiliki tujuan, misi, pandangan, serta semangat yang sama. Karenanya sangat penting untuk melihat lebih jauh bagaimana karakter calon rekan bisnis kita. Idealnya adalah memiliki pasangan yang bisa saling melengkapi. Misalnya, jika kita termasuk pribadi yang terbuka, suka berinteraksi dengan orang banyak, tidak suka mengerjakan sesuatu yang bersifat konseptual, detil dan sistematis maka carilah rekan bisnis yang cenderung tertutup, tidak terlalu suka berinteraksi dengan banyak orang, suka mengerjakan sesuatu yang bersifat konseptual, detil dan sistematis. Dengan perbedaan karakteristik seperti itu maka akan memudahkan untuk menentukan tugas dan tanggung jawab masing-masing, singkatnya ada bertugas di depan dan ada yang bertugas di belakang..

Tanpa disadari terkadang kita cenderung memilih teman sendiri dan kemudian memutuskan untuk menjadikannya sebagai partner bisnis, karena dirasa “nyambung”, memiliki karakter yang sama, memiliki minat dan kegemaran yang sama, serta memiliki cara dan sikap yang sama pula dalam merespon sesuatu. Bisa jadi hal ini memang baik di awal-awal perjalanan dalam membangun sebuah bisnis namun ini tidak akan bertahan lama, karena semakin lama akan semakin menyadari bahwa ada kekosongan yang belum terisi. Maka sejak awal, lakukan “seleksi” terhadap partner bisnis yang bisa melengkapi dan menutupi kekurangan diri.

Selayaknya mencari seorang jodoh yang akan dijadikan pasangan seumur hidup, begitu juga dengan mencari pasangan bisnis. Dimana proses pencariannya tidak dapat dilakukan secara instan. Mencari pasangan yang benar-benar memahami, saling melengkapi, sama rasa dan mampu menutupi kekurangan diri membutuhkan sebuah proses, namun bukan berarti hal itu tidak mungkin terjadi. Selain itu, seorang rekan bisnis juga harus bisa memberikan dampak yang positif baik bagi diri sendiri maupun bagi kelangsungan perusahaan yang dibangun bersama.

Seperti saat membuka gerai cafenya yang kedua yang berlokasi di Sidoarjo, Mas Adit juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa bertemu dengan partner bisnisnya. Membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk saling mengenal. Kuncinya ada pada reputasi diri. Tanpa disadari apa yang kita lakukan, trackrecord kita akan dilihat dan direkam oleh orang lain. Menjaga nama baik dan reputasi juga kredibilitas merupakan investasi jangka panjang bagi seorang pelaku bisnis. Kejujuran, keuletan dalam bekerja, pengetahuan yang luas dan kemampuan menjalin hubungan yang baik dengan banyak orang sehingga memiliki banyak relasi merupakan nilai tambah yang dimiliki oleh Aditya Hayu Wicaksono.

  • Keuangan adalah Pondasi

Ia juga mengatakan bahwa selain partner, dalam bisnis yang terpenting adalah keuangan. Ibarat pohon, keuangan merupakan akar. Dan harus bisa menancap kuat ke dalam tanah. Artinya dalam sebuah bisnis alur keuangan juga harus kuat. Keuangan inilah yang juga turut menentukan kelangsungan sebuah usaha.

Belakangan ini bisnis frenchise sedang marak, namun menurutnya tidak perlu terburu-buru dalam membuka cabang. Untuk apa membuat banyak cabang namun memiliki manajemen dan sistem keuangan yang keropos. Lebih baik memiliki satu pohon namun kuat, kokoh, dan menjadi pohon yang bisa menaungi hewan-hewan yang berteduh dan mencari makan di bawah rindangnya.

  • Bisnis adalah Kolaborasi

Perjalanan sebuah bisnis tak ubahnya seperti perjalanan hidup manusia. Mulai sejak lahir, merangkak, berjalan hingga bisa berlari. Manusia dalam setiap tahapan perkembangannya membutuhkan proses, begitu juga di dunia bisnis. Sebuah produk tidak bisa langsung laku dan diminati banyak orang. Butuh waktu, strategi dan cara gagal untuk akhirnya bisa menemukan cara sukses dalam mempromosikan bisnis.

Seiring berkembangnya sebuah usaha, bisnis tidak bisa dilakukan dan dikuasai hanya seorang diri saja. Harus mau berbagi, itu adalah bentuk penyeimbang yang harus dilakukan. Jika sebuah bisnis besar hanya dikuasai seorang diri maka akan sangat rentan terjerumus dalam keegoisan dan nafsu dunia. Inilah yang secara perlahan namun pasti akan membawa pada jurang kehancuran. Dengan melakukan kolaborasi dengan rekan bisnis maka beban yang ditanggung dalam menjalankan bisnis dapat terkurangi. Selain itu, ide, solusi dan upaya pengembangan bisnis akan semakin kaya.

  • Mental yang Kuat adalah Modal

Dalam bincang santai tersebut, Mas Adit juga memberikan tips bagi pebisnis pemula yang ingin memulai bisnis. Bahwa setiap pelaku bisnis harus memiliki tekad dan mental yang kuat. Karena dunia bisnis adalah dunia yang “keras”, tidak seindah cerita dongeng dan semudah kisah sukses yang diraih tokoh terkenal. Membutuhkan perjuangan, kegigihan, keuletan dan keteguhan tekad untuk terus berusaha mewujudkan bisnis seperti yang diimpikan.

Para pemula yang ingin membangun sebuah bisnisnya sebaiknya memiliki role model atau panutan yang dijadikan standart. Amati bisnisnya, ikuti cara suksesnya dan tiru semangat juangnya. Dengan demikian, bisnis akan lebih mudah berkembang dengan pesat dibandingkan jika tidak memiliki figure yang di contoh. Adanya role model ibarat kita memiliki peta, sudah memiliki tujuan yang jelas untuk melangkah, sehingga akan mengurangi resiko jatuh ditengah jalan, ataupun tersesat saat perjalanan.

  • Menjadi Wirausahawan Harus Cerdas dan Peka

Hal penting lain yang juga harus di miliki oleh seorang pelaku bisnis, yakni kecerdasan dan kepekaan. Mungkin dalam prosesnya seringkali di temui kesempatan-kesempatan tak terduga yang datang menghampiri. Maka pikirkan dengan cerdas mengenai cara untuk menangkap peluang yang datang, cobalah untuk merasakan dan lebih peka dalam melihat apakah peluang yang datang tersebut merupakan kesempatan yang bisa membantu lompatan bisnis menjadi lebih tinggi lagi atau malah menjadi godaan yang membuat bisnis semakin terpuruk. Gunakan rasa dan logika untuk bisa melihatnya lebih jernih.

Selain itu, tak bisa dipungkiri bahwa salah satu keberhasilan seorang penguasaha adalah dari cara-caranya menjalin komunikasi dan bernegosiasi dengan pihak lain untuk melakukan kerjasama. Maka, disini kemampuan bernegosiasi juga sangat penting.

  • Bisnis Berdasarkan Passion dan Nikmati Setiap Prosesnya

Bagaimanapun terjal dan berlikunya perjalanan sebuah usaha, cara terbaik untuk bisa menghadapinya adalah dengan menikmati setiap prosesnya. Tahapan-tahapan dalam bisnis percaya atau tidak merupakan proses belajar yang sangat berharga yang mampu mendewasakan dan mengubah cara berpikir pelaku bisnis. Tak heran jika banyak kita temui, pebisnis yang sudah sukses, sebut saja seperti Sandiaga Uno, Bob Sadino, Ciputra dan sebagainya yang semakin sukses bisnisnya namun semakin rendah hati pula dan murah berbagi. Kerasnya perjuangan, proses jatuh bangun dan tempaan yang pernah dialami dalam membesarkan usaha mengantarkan mereka menjadi pribadi yang tangguh namun tetap rendah hati.

Begitu juga yang dialami oleh Mas Adit, tak jarang bisnisnya mengadapi bebagai kendala dan problematika yang terkadang membuatnya berpikir keras untuk bisa menemukan jalan keluar. Di sisi lain, adanya permasalahan dalam bisnis penting bagi kita untuk membentuk diri menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah. Berbagai kerumitan dan permasalahan wajar di alami oleh seorang pebisnis, karena memang seperti itulah tahapannya.Yang terpenting menurutnya adalah, bagaimana kita bisa menikmati setiap prosesnya. Dan ini semakin mudah dilakukan apabila bisnis yang digeluti merupakan passion kita.

Ketika memutuskan untuk mengawali sebuah bisnis sangat penting mempertimbangakan bahwa bisnis yang akan ditekuni adalah passion kita, sesuatu yang kita suka. Ketika melakukan sesuatu berdasarkan kecintaan, maka setiap permasalahan dan halangan yang menghadang akan terlihat seperti tantangan yang membuat kita semakin bersemangat untuk menghadapinya. Pepatah mengatakan bahwa tidak ada pelaut ulung yang terlahir di lautan yang tenang. Maka, tetapkan impian, teruslah berjalan dan nikmati setiap prosesnya.

by : @maya_myworld