Sebuah Catatan : Pengembangan Bakat Anak

 

Hari ini relawan suara anak mengadakan kopdar untuk membahas rencana kegiatan berikutnya. Pertemuan dilakukan di Perpustakaan Bank Indonesia jam 13.00 WIB. Saya datang terlambat satu jam karena macet dan sebelumnya masih ada urusan yang harus di selesaikan. Dalam perjalanan yang cukup panas menyengat ditambah kemacetan diluar dugaan, sempat menduga-duga bahwa nanti saat kopdar akan ditunggu oleh semua relawan yang sudah hadir. Dan saya pun merasa tidak enak dan sungkan karena selaku koordinator daerah Surabaya datang terlambat.

Ternyata setelah sampai di tempat pertemuan, tidak seperti bayangan saya yang bakal di tunggu oleh banyak relawan yang sudah datang terlebih dahulu. Karena yang datang saat itu hanya dua orang saja, yaitu pak Bukik dan Mbak Judith. Ya, orang-orang yang sama saat melakukan kopdar sebelumnya. Sedikit kecewa karena yang lainnya belum datang dan tidak juga memberikan kabar sampai kita menyudahi pertemuan hari ini.

Walaupun demikian kopdar hari ini memberikan banyak pelajaran baru bagi saya. Kami melakukan diskusi seru dan menarik seputar pengembangan bakat anak dan kecerdasan majemuk. Pak Bukik yang ahli di bidang pengembangan bakat berbagi banyak hal. Kami berdua pun tidak melewatkan kesempatan ini untuk banyak bertanya dan bertukar pikiran dengan Pak Bukik. Dari obrolan seru tersebut, saya mencatat beberapa hal penting yang semoga juga bermanfaat bagi pembaca.

Continue reading

Advertisements

Sebuah Catatan : Tips Menulis Novel

Beberapa waktu saya berkesempatan untuk menghadiri sebuah acara Writer Clinic yang di selenggarakan oleh Bina Qolam Surabaya. Acara ini rutin diadakan secara berkala, yaitu satu minggu sekali. Di pertemuan kali ini membahas mengenai “Tips Menulis Novel” yang disampaikan oleh Bapak Ma’mun Affany. Beliau merupakan novelis. Dan sudah menulis 7 buah novel yang diterbitkannya secara mandiri. Banyak sekali ilmu bermanfaat yang beliau bagikan. Berikut catatan saya.

Dalam penulisan sebuah novel, yang perlu diperhatikan adalah bahasa, cerita dan inspirasi tokoh.

Mengenai bahasa, kebanyakan penulis pemula terjebak dalam tata bahasa, pemilihan diksi, rima dan hiperbola. Namun justru ini yang membatasi. Sadarilah bahwa masing-masing penulis memiliki gaya sendiri. Tidak perlu menjadi orang lain. Penulis haruslah memiliki identitas. Jika belum menemukan gaya penulisa, bacalah novel sebanyak-banyaknya.

Lalu, cerita dalam Novel. Sebuah cerita biasanya memiliki pola. Misalnya kisah cinta, laki-laki dan perempuan saling mencintai namun ada penghalang. Penghalang bisa berasal dari orang ke tiga, orang tua, budaya dan sebagainya. Kalau cerita Motivasi, polanya seperti ini, seorang yang miskin kemudian menjadi kaya. Orang desa menjadi orang kota, orang miskin dan berhasil menjadi professor, san sebagainya. Dalam sebuah cerita motivasi, proses perjalanan tokoh saat berubah itulah yang menjadi menarik.

Continue reading