Sebuah Catatan : Tips Menulis Novel

Beberapa waktu saya berkesempatan untuk menghadiri sebuah acara Writer Clinic yang di selenggarakan oleh Bina Qolam Surabaya. Acara ini rutin diadakan secara berkala, yaitu satu minggu sekali. Di pertemuan kali ini membahas mengenai “Tips Menulis Novel” yang disampaikan oleh Bapak Ma’mun Affany. Beliau merupakan novelis. Dan sudah menulis 7 buah novel yang diterbitkannya secara mandiri. Banyak sekali ilmu bermanfaat yang beliau bagikan. Berikut catatan saya.

Dalam penulisan sebuah novel, yang perlu diperhatikan adalah bahasa, cerita dan inspirasi tokoh.

Mengenai bahasa, kebanyakan penulis pemula terjebak dalam tata bahasa, pemilihan diksi, rima dan hiperbola. Namun justru ini yang membatasi. Sadarilah bahwa masing-masing penulis memiliki gaya sendiri. Tidak perlu menjadi orang lain. Penulis haruslah memiliki identitas. Jika belum menemukan gaya penulisa, bacalah novel sebanyak-banyaknya.

Lalu, cerita dalam Novel. Sebuah cerita biasanya memiliki pola. Misalnya kisah cinta, laki-laki dan perempuan saling mencintai namun ada penghalang. Penghalang bisa berasal dari orang ke tiga, orang tua, budaya dan sebagainya. Kalau cerita Motivasi, polanya seperti ini, seorang yang miskin kemudian menjadi kaya. Orang desa menjadi orang kota, orang miskin dan berhasil menjadi professor, san sebagainya. Dalam sebuah cerita motivasi, proses perjalanan tokoh saat berubah itulah yang menjadi menarik.

Berikut beberapa model cerita :

  1.              Cerita terus naik, menanjak lalu selesai. Konflik ditarik terus ke atas.
  2.                          Cerita naik turun, naik turun, naik lalu turun hingga selesai.
  3. Kebalikan dari no. 2 (dari kanan ke kiri)
  4.              Cerita dari naik lalu turun.

Cerita yang baik yaitu cerita yang mampu membuat pembacanya tidak akan lepas se-halamanpun.

Kemudian, Inspirasi Tokoh. Inspirasi Tokoh dalam sebuah novel membuat pembaca terus terngiang-ngiang. Jika penulis hanya menyuguhkan bahasa dan alur cerita yang menarik maka akan mudah terlupakan. Kekuatannya terletak pada karakter tokoh.

Untuk karakter tokoh, sangat tergantung pada mahzab penulis. Ada penulis yang membuat tokoh menjadi sosok yang sempurna, tujuannya agar menginspirasi. Namun ada juga yang membuat tokoh tidak terlalu sempurna, memiliki beberapa kekurangan. Tujuannya supaya membumi dan dekat dengan kehidupan.

Dalam penokohan di sebuah Novel, yang juga perlu diperhatikan adalah jumlah tokohnya. Tokoh cerita dalam novel sebaiknya jangan lebih dari 4 tokoh. Sehingga akan dapat lebih fokus pada penggambaran tokohnya. Penggambaran tokoh berpengaruh pada pembawaan cerita.

Dalam novel juga sebisa mungkin hindari mengulas adegan atau cerita yang sama hingga 2 kali. Ini akan membuat pembaca bosan. Cari adegan cerita lain yang juga menarik, atau jika memang ingin menceritakan adegan yang sama jangan menggunakan kalimat yang sama.

Menulis novel memiliki tantangan, khususnya jika sudah menulis beberapa novel. Karena biasanya novel pertama dan kedua memiliki kemiripan. Jadinya novel yang ke-3 akan kurang diminati. Karena ceritanya monoton dan hampir sama.

Jangan ragu untuk membuang cerita. Pak Ma’mun menceritakan, setelah novelnya yang pertama, ia berhasil membuat novel lagi. Namun setelah di berikan ke temannya untuk dibaca, ternyata isinya kurang lebih sama dan masih terbawa dengan cerita dari novel yang pertama. Karenanya, beliau langsung membuang tulisan tersebut walaupun dengan berat hati. Namun menurut beliau hal itu di perlukan untuk membuang sisa-sisa cerita atau bekas dari cerita sebelumnya. Setelah itu beliau baru menulis kembali untuk novel ke duanya.

Saat membuat cerita, ciptakan kemungkinan yang tidak terpikir oleh pembaca.

Contoh :

Pemulung cantik jalan di pinggir sungai sambil membawa karung.

Dari kondisi di atas, kemungkinan-kemungkinan apa saja yang akan terjadi dengan pemulung tersebut? Kita bisa menarik garis dan menuliskan beberapa kemungkinannya. Tuliskan semua kemungkinan yang muncul di pikiran, cari kemungkinan yang paling tidak biasa, yang kira-kira tidak terpikir oleh pembaca. Tidak klise.

Kebanyakan mungkin akan berpikir, pemulung cantik jalan di pinggir sungai sambil membawa karung lalu terpeleset, bertemu lelaki ganteng, di ejek teman, kecipratan air hujan oleh sebuah mobil mewah, ditabrak angkot, dan sebagainya. Carilah ide cerita yang tidak biasa. Misalnya, pemulung cantik jalan di pinggir sungai sambil membawa karung lalu menemukan surat wasiat.

Untuk membuat sebuah novel yang menarik, kaitkan akhir cerita sub bab ke awal cerita sub bab judul berikutnya. Ini akan membuat pembaca penasaran dan ingin segera berlanjut ke sub judul berikutnya.

Novel merupakan sebuah kesatuan lingkaran yang berisi adegan-adegan penting. Jangan ragu untuk menghilangkan adegan yang tidak penting. Adegan penting memiliki kriteria, yaitu membawa pelajaran, berkaitan dengan isi cerita dan memberikan inspirasi. Contoh film yang memiliki adegan-adegan menarik di setiap ceritanya adalah film A Moment to Remember.

Hal-hal yang perlu dihindari saat menulis novel adalah

–   Jangan membuat alur cerita terlalu lambat, sehingga membuat pembaca bosan dan akan ditinggalkan.

– Jangan pula terlalu menyandarkan cerita pada pengalaman pribadi. Ambil satu bagian penting lalu tambahkan dengan bagian lainnya.

– Jangan juga terlalu memaksakan cerita atau idealisme penulis ke dalam cerita. Utamakan alur ceritanya, masukkan idealism sedikit demi sedikit.

– Jangan mendeskripsikan sesuatu yang penulis tidak ketahui.

Bagian awal dalam sebuah novel sangat menentukan, jika bagian awalnya kurang menarik maka akan pembaca tidak akan melanjutkan ke halaman berikutnya dan akan ditiinggalkan. Sub judul yang pertama juga harus lebih bagus dari sub judul yang kedua, karena akan membangun kesan. Lalu di sub judul yang ke 3 mulai dinaikkan dan di sub judul ke empat di turunkan lagi, dan seterusnya. Usahakan di setiap sub judul harus ada sesuatu yang baru.

Dalam sebuah novel, yang membuat pembaca enjoy adalah inspirasi ceritanya.

Novel merupakan gambaran diri penulisnya, karena merupakan isi kepala penulisnya.

Kategori Novel adalah Biasa, Sejarah dan Pemikiran (filsafat). Jika menuliskan novel, sisipi juga dengan seuatu yang berbau ilmiah, agama, budaya, dan sebagainya sehingga lebih menarik, berbobot dan ada informasi yang bisa dibagikan pada pembaca di luar isi ceritanya itu sendiri.

Untuk memulai menulis novel bisa dengan mencari cerita-cerita menarik di lingkungan sekitar lalu tuliskan. Menambah referensi membaca dan menonton film. Lalu matangkan ceritanya, jangan gegabah menulis. Dalam menulis, jangan karena terburu waktu dan usia. Usahakan dalam tulisan ada sesuatu yang berbeda. Dan hindari membuat alur cerita yang biasa, jangan terjebak dengan cerita-cerita pada umumnya.

Demikianlah catatat singkat mengenai tips dalam menulis novel. Semoga bermanfaat :).

@maya_myworld

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s