Kelas Bercerita : Bercerita Itu Mudah

Bersama anak-anak Rumah Bacaan Lintang yang selalu ceria dan bersemangat

Bersama anak-anak Rumah Bacaan Lintang yang selalu ceria dan bersemangat

Sudah lama sekali saya ingin mengadakan kelas bercerita. Akhirnya, Alhamdulillah kesempatan itu datang. Saya diminta untuk berbagi di kelas bercerita yang diadakan oleh Rumah Bacaan Lintang di daerah Sepanjang. Tanpa pikir panjang saya pun mengiyakan tawaran itu. Walaupun awalnya ada kendala dengan jadwal kegiatan. Akhirnya hari ini terlaksana juga.

Rumah Bacaan Lintang adalah rumah bacaan yang didirikan oleh sepasang suami Istri Mas Theo Idoe dan Mbak Watiek Ideo, yang sangat peduli dengan dunia literasi anak-anak. Mbak Watiek merupakan kakak kelas saya saat duduk di bangku kuliah sekaligus seorang penulis buku-buku cerita anak yang bukunya sudah sangat banyak sekali diterbitkan di toko-toko buku di seluruh Indonesia.

Kelas bercerita diikuti oleh sekitar 30an anak. Anak-anak yang sangat mengesankan. Walaupun pertama kali bertemu tetapi mereka ramah dan sangat menyenangkan. Antusias mengikuti kelas bercerita kali ini. Pertama, kelas bercerita diawali dengan berkenalan satu persatu. Karena saya belum mengenal seluruh anak yang ada. Lalu dengan suasana yang langsung cair dan penuh keakraban, kita lanjut dengan permainan. Yaitu bermain bisik-bisik bikin asyik. Jadi anak-anak berbaris menjadi dua kelompok lalu orang di baris terdepan akan saya berikan dua kalimat yang harus mereka ingat dan bisikan ke teman dibelakamgnya. Dan teman dibelakangnya akan membisikkan kata-kata itu ke teman belakangnya, dan seterusnya hingga orang terakhir dalam barisan. Lucu sekali reaksi anak-anak. Melihat wajah mereka, ada yang serius menyimak kata yang dibisikkan temannya, ada yang tertawa geli, ada yang mulutnya komat-kamit mengingat kalimat yang diberikan dan ada yang hanya ketawa-ketiwi hehehe.

Setelah itu, saya membuka dengan sebuah cerita. Cerita dengan judul Cita-cita Tigor. Kisah seorang anak harimau yang masih bingung akan cita-citanya. Belum tahu besok saat sudah besar mau menjadi apa, hingga akhirnya karena sebuah peristiwa ia pun menemukan cita-citanya. Anak-anak mendengar dengan antusias. Wajah-wajah polos mereka yang menggemaskan semakin membuat saya bersemangat bercerita. Dengan media boneka tangan semakin membuat mereka hanyut dalam cerita.

Diakhir cerita mereka diminta untuk menuliskan nama dan cita-cita pada selembar kertas. Lalu di lipat menjadi sebuah pesawat terbang yang akan diterbangkan di akhir sesi. Harapannya dengan diterbangkannya kertas tersebut akan semakin mempercepat dan mewujudkan cita-cita yang ingin di raih.

Setelah mendengar cerita, anak-anak diminta untuk maju ke depan dan mencoba bercerita. Bahwa bercerita tidak sesulit yang mereka bayangkan. Sangat mudah. Karena kita sudah biasa melakukannya dalam keseharian, namun tidak menyadarinya. Yang sangat mengesankan adalah anak-anak ini memiliki semangat yang luar biasa. Beberapa anak langsung mengacungkan tangan dan menawarkan diri untuk maju ke depan.

Suasana Kelas Bercerita

Suasana Kelas Bercerita

Dalam membawakan sebuah cerita ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan untuk kita semua khususnya anak-anak yang ingin belajar bercerita, yaitu :

1. Percaya diri
Seorang pencerta atau pendongeng harus memiliki kepercayaan diri yang baik. Apa jadinya jika tidak memiliki kepercayaan diri. Karena akan bersiap untuk berbicara di depan banyak orang. Jika tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup, yang ada malah hanya tediam di depan penonton, berkeringat dan gemetar hehehe. Jangan sampai seperti itu yah…

2. Vokal
Selain harus memiliki kepercayaan diri, juga harus mempersiapkan suara dengan baik. Bisa dibayangkan bagaimana jika orang yang sedang bercerita di depan dengan suara yang lirih. Maka penonton tidak akan dapat mendengar dengan jelas. Akibatnya pesan dan cerita tidak dapat tersampaikan dengan baik. Lebih parah lagi, penonton bukannya mendengar cerita kita tetapi malah asyik bercerita sendiri nantinya dengan teman sebelahnya hehehe. Nggak mau kan?

Ada yang menarik dari pengalaman bercerita hari ini. Seorang anak yang akan bercerita, mengawali menyapa teman-temannya dengan suara yang keras dan sangat lantang yang lebih terkesan seperti membentak. Mungkin saking bersemangatnya ya hehehe. Tapi ini juga sebaiknya dihindari. Berikan sapaan awal yang menyenangkan dengan nada suara yang sopan, menyemangati dan mengajak bukannya memerintah.

3. Intonasi
Dalam sebuah cerita, intonasi ini juga penting untuk memudahkan pendengar mengerti jalan cerita. Jika cerita dibacakan tanpa intonasi yang tepat maka informasi dalam cerita tidak akan diterima dengan baik. Ditambah dengan artikulasi yang tepat, maka bercerita akan menjadi semakin mantap.

4. Media
Saat bercerita, bisa menggunakan media apa saja. Seperti boneka tangan, buku cerita, wayang dan sebagianya. Namun tidak maasalah juga jika tidak menggunakan media apapun. Yang penting pencerita merasa enjoy, sudah memahami inti cerita dan alur cerita yang akan disampaikan.

5. Ekspresi dan Gesture
Sebuah cerita yang menarik akan mampu membuat pendengar seolah-olah mengalami cerita yang sedang diceritakan. Seakan ikut merasakan apa yang dirasakan tokoh dalam cerita. Nah, ekspresi dan gestutre (gerak tubuh) saat bercerita bisa menumbuhkan empati pendengar terhadap cerita tersebut. Ekspresi dan gesture yang dilakukan dengan totalitas akan sangat ampuh membuat cerita jadi memikat dan seolah nyata.

Nah, demikian catatan penting dari kelas bercerita hari ini. Semoga bermanfaat dan bisa juga dipraktekkan untuk semua pembaca. Ingat! Berceritalah dengan hati. Karena apa yang disampaikan dengan hati akan sampai juga ke hati. Bagaimana, anda tertarik mencoba? Selamat bercerita!

@maya_myworld

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s