Sebuah Catatan : Menjadi Pembicara Publik

Beberapa waktu lalu saya diberi kepercayaan untuk memandu acara “Public Speaking : Explore Your Mind & Be a Good Speaker” yang diselenggarakan oleh Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya. Dengan pemateri yang kompeten dibidangnya, yaitu Adri Suyanto, seorang motivator yang lebih dikenal sebagai sarjana humor dengan tagline-nya #ngguyuolehilmu. Dan pemateri kedua adalah Vika Wisnu, seorang dosen yang juga sudah lama berkecimpung di dunia radio dan media komunikasi.

Acara yang dihadiri kurang lebih seratus peserta itu berlangsung selama 3 jam. Kedua pemateri menyampaikan ilmu yang begitu berisi mengenai Public Speaking. Mengingat begitu berharganya ilmu tersebut, saya tidak ingin apa yang saya dapatkan di acara yang diselenggarakan di Aula Soetandyo, Fakultas FISIP Universitas Airlangga, hilang begitu saja. Karena itu, saya coba untuk menuliskan catatan selama memandu acara talkshow. Semoga juga bermanfaat bagi para pembaca.

Acara yang dikemas dengan interaktif dan mengundang peserta untuk banyak bertanya seputar dunia public speaking, disambut positif oleh para peserta. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang muncul menimbulkan suasana hangat sepanjang acara berlangsung.

Berbicara merupakan sebuah ketrampilan yang sangat diperlukan oleh semua profesi. Dalam kemampuan berbicara di depan umum, menurut Vika Wisnu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu seseorang perlu melakukan yang namanya Personal Mapping. Yaitu kemampuan untuk mengenali kelemahan dan kelebihan dirinya. Selain itu, kekuatan kata-kata, kekuatan emosi, latihan suara, kemampuan mind streaming yaitu menyelaraskan pikiran dengan orang lain. Kemudian Personal Imaging yaitu kesan yang ingin dimunculkan ke orang lain. Improvisasi, personal branding dan latihan public speaking.

Setiap orang memiliki cara berkomunikasi yang berbeda-beda. Untuk memulai suatu pembicaraan dengan seseorang, ada baiknya memulainya dengan mengawali pembicaraan dari sesuatu yang diminati oleh lawan bicara. Selain itu, yang terpenting dalam komunikasi interpersonal adalah menyamakan gelombang otak.

Namun berbeda dengan berbicara di depan umum, hal ini membutuhkan persiapan yang lebih matang. Dengan menuliskan terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan merupakan bagian dari persiapan yang perlu di lakukan sebelum akan bicara di depan umum. Karena itu, Vika Wisnu mengatakan bahwa penting bagi seorang public speaker untuk bisa menulis.

Salah satu pertanyaan yang muncul dari peserta adalah bagaimana mengatasi rasa gugup saat akan bicara di depan umum. Adri Suyanto, menjelaskan bahwa seseorang yang merasa gugup itu merupakan suatu tanda bahwa seseorang tersebut sedang naik kelas. Karena akan menghadapi sesuatu yang baru. Karena itu penting untuk mengetahui penyebab dari rasa gugup itu sendiri, apakah merasa gugup karena tidak tahu harus bicara apa? Apakah merasa materi yang disampaikan penting atau tidak? Apakah kata-kata yang keluar nantinya akan menyinggung atau tidak? Dan sebagainya. Untuk itu, Adri Suyanto menyarankan untuk lebih berfokus pada kelebihan yang dimiliki. Dan mengubah mindset bahwa gugup adalah sebuat momen dimana seseorang akan naik kelas.

Pertanyaan lainnya, menanyakan bagaimana jika tidak memiliki kesempatan untuk bicara di depan umum? Dan bagaimana jika kita bukanlah tipe orang humoris yang bisa membuat orang tertawa? Secara gamblang Adri Suyanto menjelaskan bahwa setiap orang dapat menciptakan kesempatannya sendiri. Misalnya jika masih mahasiswa maka aktiflah di organisasi kemahasiswaan, dan bergabung di komunitas-komunitas. Kemudian ambillah kesempatan untuk berbicara, seperti membuka acara, menyampaikan pendapat, dan sebagainya. Karena pada dasarnya kemampuan public speaking akan terus terasah dengan semakin banyaknya latihan.

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Tidak harus pandai melucu untuk menjadi seorang public speaker yang handal. Ada beberapa cara yang diberikan oleh Sarjana Humor, Adri Suyanto, agar kita bisa menemukan karakter ketika berbicara. Pertama, Niteni, melihat pembicara lain tampil dan catatlah hal-hal penting dan yang bagus untuk dijadikan contoh. Neroake, meniru seperti yang dilakukan pembicara-pembicara handal. Nambahi, menambahkan cara penyampaian dengan improvisasi kita sendiri. Nemoake, setelah kita sering berlatih maka akan menemukan gaya kita sendiri. Saat telah menemukan gaya bicara yang nyaman dan sesuai dengan diri sendiri inilah dapat dikatakan seseorang telah memiliki karakter.

Dalam public speaking tidak hanya penyampaian materi dan cara berbicara saja yang perlu dilatih, selain itu harus memiliki materi atau konten yang berisi. Sampaikan materi-materi yang dikuasai, diminati dan ahli dalam hal tersebut.

Vika Wisnu menjelaskan bahwa dalam menyusun materi terbagi menjadi 3 hal, yaitu pembukaan atau colekan, isi, dan penutup atau gong-nya supaya orang tidak mudah lupa. Di akhir kata penutup juga boleh disisipkan quotes yang menginspirasi sekitar 2 hingga 3 kata.

Adri Suyanto yang selama talkshow berlangsung tampil dengan begitu energik dan bersemangat, menjelaskan bahwa dalam public speaking ada 3 hal yang perlu diperhatikan. Pertama, percaya diri dan enjoy. Kedua, memiliki materi andalan. Ketika, delivery yang menarik.

Menurut Adri, dalam meyampaikan materi, sebaiknya pilih poin-poin penting yang ingin disampaikan sehingga mudah diingat oleh peserta. Misalnya sampaikan 3 poin penting saja dalam sebuah materi.

Masih menurut motivator yang mengawali karir sebagai public speaker-nya di tahun 2010 ini, dalam menyusun materi, ada 3 langkah yang perlu diketahui. Pertama, Why, buatlah peserta menjadi penasaran. Ini bisa diawali dengan pertanyaan atau fakta-fakta terkait dengan bahasan yang akan diulas, atau menyampaikan keuntungan apa yang akan diperoleh peserta jika terus mendengarkan materi yang akan disampaikan, atau bisa melalui ilustrasi cerita. Kedua, What, menjelaskan mengenai materi apa yang akan dibahas, sehingga peserta mengetahui gambarannya. Ketiga, How to, bagaimana caranya. Cara-cara yang akan disampaikan inilah yang biasanya banyak ditunggu oleh peserta untuk melakukan sebuah perubahan.

Di akhir sesi talkshow tak lupa juga memberikan tantangan pada peserta untuk praktek berbicara di depan umum secara langsung. Setelah dua orang peserta bersedia secara suka rela maju ke depan. Ada beberapa masukan dari pembicara yang juga menjadi catatan penting saya.

Ketika sedang berbicara di depan umum, penting untuk menjalin hubungan dengan peserta. Hal ini untuk membangun suasana “hangat” di awal acara. Misalnya dengan melibatkan peserta dengan sebuah ice breaking sederhana.

Kemudian sampaikan materi secara sistematis. Materi yang melompat-lompat akan membuat peserta bingung menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh pembicara. Dalam menyampaikan materi upayakan untuk dapat menguasai panggung dan audiens, dengan tidak hanya berdiri di satu sisi saja. Bergeraklah, agar pupil mata peserta bergerak mengikuti gerak pembicara. Ini akan menghilangkan kantuk peserta. Dan jangan lupakan interaksi dengan audiens.

Vika Wisnu yang berpengalaman sebagai penyiar radio terkemuka di Surabaya memberikan masukan terkait dengan pengaturan vokal. Baginya, selama berbicara perhatikan pula tempo, intonasi, jeda dan vokal suara. Bagaimana kita mengendalikan volume suara, mengontrol intonasi, dan nafas. Jangan sampai kita kehabisan nafas saat berbicara. Karena itu penting untuk mengatur nafas dengan baik dengan mencuri nafas saat jeda bicara atau titik.

Itulah beberapa poin yang saya catat selama memandu acara talkshow bersama YDSF. Tentunya sebagus apapun materi yang disampaikan tidak akan berpengaruh apa-apa selama kita tidak mau mencoba dan berlatih. Semoga informasi ini bisa menjadi panduan awal yang bermanfaat untuk melakukan latihan public speaking. Selamat mencoba! 🙂

@maya_mywolrd

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s