Sebuah catatan : Mendongeng Menggunakan Media Gambar

Beberapa gambar binatang yang diajarkan saat Sharing Dongeng. Dan masih ada gambar binatang lainnya.

Mendongeng adalah kegiatan yang penuh manfaat. Biasanya media yang seringkali digunakan saat mendongeng adalah boneka, buku, atau wayang kertas. Nah, bagaimana jika mendongeng dengan menggunakan media gambar? Iya, mendongeng sambil menggambar. Mungkinkah?

Mungkin sebagian orang akan langsung menggeleng ketika diminta menggambar. Dengan alasan gambarnya tidak bagus, susah menggambar atau yang paling ekstrim hanya bisa menggambar gunung dengan dua bukit dan ada matahari di tengah. Ya, itu saya sih. Hehe..

Hari minggu, tanggal 19 Februari 2017, digelar acara Sharing Dongeng pertama di tahun 2017. Tema yang diangkat tentang Mendongeng dengan Menggunakan Media Gambar. Belajar langsung bersama Kak Gentong, seorang pendongeng senior Surabaya dan juga seorang dosen. Kegiatan ini diadakan oleh Komunitas Dongeng Surabaya. Sejak tahun lalu, komunitas Kumpul Dongeng yang memiliki visi membudayakan kembali mendongeng dan mengembalikan dongeng ke rumah-rumah, secara rutin mengadakan kegiatan Sharing Dongeng satu bulan sekali. Kegiatan Sharing Dongeng ini juga didukung oleh Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, yang turut memberikan fasilitas tempat yang sangat nyaman untuk belajar.

Awalnya banyak dari peserta yang merasa pesimis karena merasa dirinya tidak pandai menggambar, gambarnya tidak bagus dan lain sebagainya. Namun, bersama Kak Gentong, di sesi awal beliau meyakinkan sekaligus membuktikan bahwa menggambar itu mudah dan siapa saja bisa. Pertama-tama membuat gambar lingkaran sebagai batasan dan dasar, yang kemudian bisa dibentuk menjadi gambar hewan seperti singa, monyet, semut, kucing, gajah, dan sebagainya.

Mendongeng dengan menggunakan media gambar akan membantu menumbuhkan imajinasi anak, mengasah motorik halusnya dan akan mudah melekat di memori anak. Apalagi menyajikannya dengan pembawaan yang menyenangkan. Menggambar adalah ketrampilan yang bisa dilatih. Dalam kesempatan itu, Kak Gentong menyampaikan bahwa apabila materi hanya dikatakan maka akan mudah dilupakan, apabila ditunjukkan maka akan diingat, dan apabila dilibatkan maka akan dimengerti. Dengan penuh kesabaran, Kak Gentong memandu peserta untuk menggambar berbagai jenis hewan.

Selama sesi sangat terlihat antusiasme peserta dan keterlibatan yang penuh. Setiap peserta berkesempatan untuk mencoba menggambar dan ada yang bersedia mendongeng di depan dengan cerita yang mereka buat sendiri. Saat itu juga.

Kekuatan mendongeng terletak pada ekspresi. Ekspresi bisa meliputi suara, mimik, gambar, gesture yang bisa membuat memori anak semakin dalam melekat. Hal yang penting dimiliki saat mendongeng adalah adanya power dan tekanan. Di samping itu, memiliki apersepsi yang baik di awal sesi mendongeng juga penting. Dengan memiliki apersepsi yang baik, maka akan dapat mengikat perhatian anak selama sesi mendongeng. Apersepsi bisa dengan menggunakan sulap sederhana, tebak-tebakan menyenangkan, nyanyian, dan sebagainya.

Sebelum menggambar, terlebih dahulu tentukan tokoh yang akan dibuat. Setelah itu berikan sifat dan karakter tokoh. Lalu tentukan situasinya bagaimana. Lalu buatlah kerangka ceritanya dan kemudian buatlah cerita utuhnya. Sebelum mendongeng persiapkan dahulu cerita yang akan diberikan. Hindari membuat cerita on the spot atau dadakan. Persiapan yang baik pasti akan berpengaruh pada hasil yang baik pula. Saat menggambar tidak perlu menggambar seluruh tubuh binatang. Hanya kepalanya saja. Dan tidak perlu persis dengan binatang aslinya. Asalkan anak-anak dapat mengidentifikasi hewan tersebut dengan benar, itu sudah berhasil.

Ada beberapa hal yang perlu dihindari saat akan mendongeng dengan menggunakan media gambar. Yaitu, Pertama, Hindari menggunakan kata-kata kejam atau sadis. Ini akan berdampak tidak baik pada psikologis anak. Kedua, Perhatikan volume suara. Terkadang suara yang terlalu keras akan diterima berbeda oleh anak usia PAUD, merasa dimarahi atau diintimidasi. Ketiga, Gunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak. Keempat, Apresiasi setiap hasil karya anak. Walaupun saat anak menggambar dengan warna yang tidak lazim, tetap apresiasi dan jangan batasi imajinasi anak. Kelima, Perhatikan durasi. Dalam mendongeng 15 menit merupakan waktu yang ideal. Di mana audiens tidak sampai merasa bosan dan batas konsentrasi tetap terjaga.

Mendongeng tidak hanya melibatkan teknik yang baik. Namun yang terpenting adalah melibatkan hati. Apa yang disampaikan dengan hati akan sampai juga di hati anak-anak. Setiap anak suka mendengarkan dongeng. Banyak sekali manfaat mendongeng yang tak perlu lagi dijelaskan karena informasinya banyak tersedia di dunia maya. Jika sudah tahu, kapan akan mencobanya? Ayo, mendongeng. 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s