Mengenalkan Pertahanan Diri Pada Anak terhadap Kejahatan dan Kekerasan Seksual

Hasil gambar untuk self defense for kids

Maraknya berita tentang tindak kejahatan dan kekerasan seksual terhadap anak-anak belakangan ini membuat siapa saja merasa geram sekaligus cemas. Namun tidak sepatutnya kita hanya diam dan mengutuk pelakunya. Harus ada sesuatu yang dilakukan. Hari Sabtu, 1 April lalu, SD Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya mengadakan kegiatan Parenting Sex Education dengan tema Kenali Dirimu, Jagalah dan Sayangi Selalu. Dalam kesempatan tersebut Tim Kumpul Dongeng turut hadir dan mengenalkan bagaimana menjaga dan mempertahankan diri dari tindak kejahatan dan kekerasan seksual.

Menginformasikan pada anak-anak tentang bagaimana menjaga dan mempertahankan diri memang tidak mudah. Namun Tim Kumpul Dongeng berusaha mengemasnya dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima oleh anak-anak yang umumnya kelas 3 SD ini. Apa saja yang dilakukan?

Menyanyi Bersama

Mengawali kegiatan dengan suka cita akan memberikan dampak positif. Informasi yang diberikan diharapkan dapat diterima dengan baik dan lebih melekat. Salah satunya dengan bernyanyi bersama. Apalagi lagu yang dinyanyikan juga mengusung tema yang sama. Ajakan untuk berani berkata TIDAK apabila ada orang yang berniat jahat dan membuat tidak nyaman.

Dongeng

Setelah bernyanyi bersama, dilanjutkan dengan dongeng. Dongeng kali ini dibawakan secara teatrikal oleh beberapa orang tim Kumpul Dongeng. Cerita yang diangkat yaitu tentang Kisah Ibu Burung dan Seekor Burung Kecil.

Mengisahkan tentang seekor ibu burung yang hendak mencari makan, dan berpesan pada anak burung untuk tidak pergi kemana-mana. Ibu burung meminta anaknya untuk berhati-hati terhadap binatang yang lebih besar dan tidak dikenal. Namun karena bosan, si anak burung mulai terbang perlahan hingga ke tempat yang agak jauh sampai akhirnya kelelahan dan terjatuh. Saat itu, dari kejauhan terlihat seekor kucing yang ingin memangsanya. Awalnya ia terlihat baik namun setelah berhasil membujuk si burung kecil untuk bersandar di pangkuannya, kucing tersebut berniat untuk menerkamnya. Untung saja burung kecil segera tersadar hingga akhirnya ia berlari dan meminta pertolongan. Mendengar teriakan burung kecil, Ibu Burung segera menghampiri dan mengusir kucing pergi. Si Burung Kecil lega karena akhirnya ia selamat dan berjanji untuk selalu mengingat dan menuruti nasihat ibunya.

Penekanan perlindungan area pribadi

Untuk mempermudah mengingat area pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain, maka dilakukan dengan gerakan dan ucapan yang serentak dan berulang-ulang. Area pribadi tersebut adalah mulut, dada, kemaluan dan pantat. Beberapa anak pun diminta untuk maju memeragakannya di depan.

Permainan kelompok

Anak-anak yang berjumlah kurang lebih 40 anak tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok. Di tiap kelompok dibagikan beberapa kartu bergambar. Gambar-gambar yang mencerminkan situasi berbahaya dan tindakan yang harus dilakukan di beberapa situasi yang mengancam. Nah, serunya di kegiatan ini adalah masing-masing anak berkesempatan untuk mengemukakan pendapatnya apabila mengalami hal yang ditunjukkan pada gambar. Reaksinya beragam. Dengan begitu kita bisa mengetahui sejauh mana pemahaman dan kemampuan anak dalam menjaga dan mempertahankan diri sendiri.

Bermain peran

Masing-masing kelompok memainkan adegan yang membutuhkan mekanisme pertahanan diri. Seperti ketika diejek temannya, diajak orang asing, apa yang harus dilakukan jika ada seseorang yang membuat tidak nyaman, dan sebagainya. Anak-anak terlihat antusias mengikuti keseluruhan acara hingga selesai.

Kami berharap melalui kegiatan yang dikemas menyenangkan seperti ini, anak-anak mampu menangkap dan menyerap informasi dengan baik. Dapat lebih melekat dan selalu diingat sebagai bekal untuk menjaga dirinya. Bagaimana pun kita tidak bisa menjaga anak-anak selama dua puluh empat jam penuh, karena itu pembekalan seperti ini sangat diperlukan agar anak-anak lebih waspada dan percaya diri jika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan cara mempertahankan diri pada anak. Di antaranya Ayah Bunda dapat memberikan informasi dasar mengenai bagaimana menjaga dan mempertahankan diri. Melakukannya melalui membacakan cerita, berbincang santai, mengenalkan area pribadi anak melalui permainan, bermain peran atau nyanyian. Namun yang terpenting adalah perhatian dan kedekatan antara orang tua dan anak yang harus selalu dijaga. Menjadi orang tua yang paling dicari apabila anak-anak merasakan ada sesuatu yang janggal terjadi di sekitarnya. Membuat anak merasa nyaman ketika bercerita dan memberikan perhatian sepenuh hati.

Semoga bermanfaat ^^

Advertisements

2 thoughts on “Mengenalkan Pertahanan Diri Pada Anak terhadap Kejahatan dan Kekerasan Seksual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s