“Harta Karun” ku

Sudah seminggu ini ujian sekolah berjalan, sisa ujian tinggal seminggu lagi. Waktu berjalan begitu lama. Aku sudah tidak sabar bermain-main di taman setiap sore, atau kerumah sahabatku, Wina untuk sekedar berbagi cerita dan melakukan hobi bersama, yaitu merangkai bunga. Selama ujian ini hampir setiap hari aku belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Bu Guru, terkadang soal ujian yang diberikan berupa tugas yang bisa dikerjakan dirumah. Tapi jangan salah, walaupun bisa dikerjakan dirumah tapi tugas-tugas yang diberikan biasanya cukup sulit. Membutuhkan banyak bahan bacaan dan berbagai literatur, seperti koran, majalah, dan buku-buku pengetahuan lainnya. Seperti tugas kali ini, aku diminta untuk menyebutkan dan menjelaskan siklus hidup hewan-hewan yang hidup di air dan di darat.

“Hmm…tugasnya dikumpulkan besok lusa niy, sedangkan aku tak punya satu pun buku atau bahan bacaan yang berkaitan dengan tugas itu,” batinku dalam hati. Aku bingung sekali. Dalam waktu singkat dari mana aku dapat buku-buku yang membahas itu.

“Ahh.. di toko buku pasti banyak,” tiba-tiba ada ide cemerlang mampir di otakku, dan membuatku tersenyum-senyum sendiri. Kalau begitu, setelah jam sekolah aku akan segera pulang untuk berganti baju, makan, dan segera ke toko buku untuk mencari buku yang bisa menjawab tugas ujian ku itu.
Continue reading

Luby si Anak Lumba-lumba

Suatu ketika di sebuah dasar laut yang sangat luas. Terdapat keluarga lumba-lumba yang tengah asyik mengarungi lautan. Ada Ayah lumba-lumba, Ibu Lumba-lumba dan anak lumba-lumba, yang bernama Luby. Sebelum mereka akan bepergian, Ibu Luby berpesan padanya untuk selalu mengikuti Ibu dan Ayahnya, jangan sampai terlepas karena di laut banyak sekali ikan-ikan buas yang setiap saat siap memangsa, jika kita tidak hati-hati.

“Ingat, ikuti ayah dan ibu. Pastikan kau selalu di dekat kami”. Demikian kata Ibu lumba-lumba beberapa kali mengingatkan Luby.

“Iya iya Bu…” kata Luby sekenanya sambil memain-mainkan ekornya.

Lalu mereka bertiga pergi mengarungi lautan. Wah di laut indah sekali, banyak tanaman laut berwarna-warni dan juga karang-karang berbentuk indah. Sambil terus memandagi keindahan laut, Luby melihat dari kejauhan ada sesuatu yang berkilauan.

“Wah, apa itu yah?” kata Luby dalam hati. Luby ingin sekali mencari tau, tapi ia teringat pesan Ibu untuk selalu mengikutinya.

“Aku belum pernah melihatnya, apa itu yah?” tanya Luby dalam hati. Ia semakin penasaran. Karena sangat ingin tau, Luby pun memutuskan untuk melihatnya dari dekat. Tanpa disadari ayah dan ibunya sudah semakin jauh dan akhirnya hilang dari pandangan.
Continue reading