Cantik Bukan Sekadar Fisik

Hasil gambar untuk beauty from your heart

Di usia yang semakin bertambah, merawat kulit wajah menjadi hal yang penting. Dulu ketika masih usia 20 tahunan tidak terlalu memusingkan tentang perawatan. Cukup dengan cuci muka pakai sabun muka biasa. Membersihkan wajah sebelum tidur pun seringkali terlewat. Namun, sekarang ketika sudah memasuki usia 30 tahun, mulai lebih peduli dengan perawatan wajah. Tapi, apakah perawatan saja cukup membuat wajah terlihat segar dan bercahaya?

Sebagai perempuan, pastinya ingin dong wajahnya selalu sehat, terlihat cerah dan bersinar. Begitu juga dengan saya. Karena itu, mulailah melakukan beberapa perawatan wajah sederhana di rumah. Bagi saya, perawatan wajah tidak perlu mahal. Asalkan selalu menjaga kebersihan wajah, dan rutin dilakukan.

Saya sendiri lebih senang dengan perawatan yang alami. Menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan dengan harga terjangkau. Belakangan ini, perawatan wajah yang seringkali saya saya lakukan adalah menggunakan masker bengkoang yang dicampur dengan lemon dan madu, masker lemon dan madu, dan masker buah alpokat.

Untuk hasil yang maksimal, masker bisa dilakukan 2-3 minggu sekali. Banyak sekali manfaat dan khasiat dari penggunaan masker-masker tersebut. Diantaranya mencerahkan wajah, membuat wajah menjadi lebih lembab dan kenyal, menghilangkan noda hitam dan keriput pada wajah. Kuncinya harus rutin dilakukan, dan basuh dengan air hangat lalu air dingin hingga benar-benar bersih. Semua itu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang paripurna. #eciee

Suatu ketika, saya ada pertemuan dengan teman. Kami sedang mendiskusikan sesuatu yang cukup serius. Saat akan berangkat pertemuan, suasana hati saya sebetulnya juga kurang oke. Ada beberapa hal yang sedang dipikirkan. Saat akan pulang, saya melihat bayangan wajah dari kaca mobil. Kemudian saya berkaca di kaca spion yang lebih jernih. Di sana terlihat pantulan wajah saya yang terlihat kusam dan tidak cerah. Hmm.. kok nggak ngaruh ya maskeran selama ini, begitu pikir saya singkat.

Suatu ketika, saat hendak mengajar di sekolah. Saya merasa bersemangat sekali. Rasanya bahagia akan bertemu dengan anak-anak yang selalu menggemaskan. Sebelum masuk ruangan saya sempatkan mematut diri di kaca spion motor. Merasa sudah oke, saya pun melangkah menuju ruang kelas dengan percaya diri. Di dalam kelas, sudah disambut oleh anak-anak. Suasana seketika menjadi meriah oleh suara gaduh mereka. Kemudian ada yang nyeletuk, “Ustadzah hari ini cantik. Wajahnya kelihatan putih.” Lalu ada yang menimpali, “Ustadzah kan memang cantik.” Saya hanya senyam-senyum mendengar komentar mereka. Walau sebenarnya ingin memegangi kepala saya yang rasanya semakin membesar saja. Hehe..

Kemudian saya jadi berpikir, apa iya ini hanya karena masker semata?

Setelah ditelusuri, ternyata saat bertemu dengan beberapa teman saya itu, saat itu suasana hati sedang kurang baik karena memang sedang ada pikiran yang mengganjal. Namun, ketika bertemu dengan anak-anak, rasanya sangat bahagia dan bersemangat. Sepanjang hari ada saja tingkah polahnya yang membuat saya tak bisa menahan tawa. Mungkin itu penyebabnya.

Memelihara kulit wajah dengan berbagai perawatan maupun krim anti penuaan itu memang penting, tetapi sebaiknya tidak hanya dilakukan secara fisik saja. Namun yang lebih penting adalah menjaga hati dan pikiran agar tetap positif, bersemangat dan bahagia. Karena itulah yang lebih terpancar melalui sorot mata dan senyuman tulus. Perasaan bahagia bisa diperoleh dengan melakukan segala aktifitas yang disukai, yang membuat diri merasa berdaya, bermanfaat, selalu bersyukur dan berprasangka baik.

Memiliki wajah yang sehat dan awet muda itu baik, namun lebih penting memiliki jiwa dan semangat yang selalu muda. Toh pada akhirnya, kecantikan itu bukan pada apa yang orang lain lihat, tetapi bagaimana kita mencintai dan melihat diri sendiri. So, rawatlah lahir dan bathinmu. Karena cantik itu dari hati. 🙂